Suasana duka dan kesedihan menyelimuti Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur pada hari ini Sabtu (5/7).
Keluarga korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya menggelar prosesi tabur bunga di Selat Bali sebagai bentuk doa dan harapan agar para keluarga dan korban lain segera ditemukan.
Dilansir dari Antara, Pasangan suami istri asal Banyuwangi, Ahmad dan Suryani, tampak meneteskan air mata saat menaburkan bunga ke laut.
Keduanya mendoakan anak dan menantu mereka, Bintang Nur Hidayat (28) dan Ely (21), yang hingga hari ketiga pencarian belum ditemukan.
"Kami masih sangat berharap keduanya bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Namun jika sudah berpulang, kami ingin melihat jasadnya untuk dimakamkan dengan layak," ujar Suryani ibunda dari Bintang. Dikutip dari Antara, Sabtu (5/7).
Suryani menceritakan, sang menantu Ely saat ini sedang dalam kondisi mengandung lima bulan. Ely ikut sang suami, Bintang, mengantar beras ke Bali menggunakan truk Fuso pada Rabu (2/7) malam.
Namun, kabar duka datang pada Kamis (3/7) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Suryani mendapat informasi bahwa kapal yang ditumpangi anak dan menantunya tenggelam saat menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
"Saya cek nomor kendaraan dan ternyata benar itu truk yang dibawa anak saya (Bintang)" tuturnya.
Menurut Suryani, biasanya sang anak tak pernah mengajak istrinya bepergian jauh. Namun, kali ini Ely memutuskan untuk ikut.
"Ely baru saja menikah dengan Bintang Februari lalu, dan sekarang sedang hamil lima bulan. Kami hanya bisa pasrah, menunggu kabar sambil terus berdoa," kata Suryani sambil menahan tangis.
Sementara itu, pihak ASDP Ketapang telah menyediakan posko informasi bagi keluarga korban kapal tenggelam tersebut. Tim SAR dan Basarnas masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar perairan Selat Bali.
Editor : Miko