Nama wereng, sudah tidak asing lagi di telinga petani padi. serangga kecil ini adalah salah satu hama utama yang menjadi momok dalam budidaya tanaman pangan di Asia, khususnya Indonesia.
Kehadirannya yang masif dan kemampuannya untuk membuat tanaman mati dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang parah bagi petani. Dalam artikel ini, akan dibahas lebih dalam mengenai apa itu pengertian wereng dan berbagai dampak yang ditimbulkannya pada tanaman padi.
Apa Itu Wereng?
Secara ilmiah, wereng adalah kelompok serangga dari ordo Hemiptera yang memiliki gaya hidup fitofag, yaitu mereka hidup dengan memakan cairan tumbuhan. Caranya yaitu mereka menggunakan stiletnya untuk menusuk jaringan tanaman.
Terdapat beberapa jenis spesies wereng yang menjadi hama padi, namun yang paling dikenal dan merugikan di Indonesia adalah wereng batang coklat (WBC), atau nama ilmiahnya Nilaparvata lugens.
Wereng batang coklat memiliki ukuran tubuh sekitar 3-4 mm dengan warna coklat gelap hingga hitam. Mereka memiliki sayap panjang (makroptera) yang bisa membuat mereka berpindah hingga jarak yang jauh. Serta memiliki sayap pendek (brakiptera) yang berfungsi untuk mereka beradaptasi, menetap dan berkembang biak di satu tempat dengan cepat.
Wereng memiliki siklus hidup yang cukup singkat, yaitu sekitar 2-3 minggu. Wereng betina sekali bertelur dapat menghasilkan ratusan telur yang membuat populasi mereka meledak dalam waktu singkat di kondisi mendukung.
Bagaimana Wereng Menyerang Padi?
Wereng menyerang tanaman padi di berbagai fase pertumbuhan, mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Mereka cenderung berkumpul di pangkal batang padi, kemudian menghisap cairan floem yang kaya nutrisi.
Kerusakan yang ditimbulkan oleh wereng dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama:
Kerusakan Langsung (Kerusakan Fisik):
Dilansir dari laman resmi Dinas Pertanian, Wereng yang menghisap cairan padi secara terus-menerus mengakibatkan tanaman padi kekurangan nutrisi dan air. Ciri-ciri kerusakan fisik pada padi adalah sebagai berikut:
- Daun menguning: Daun padi akan berubah warna dari hijau menjadi kuning. Dimulai dari ujung daun lalu menyebar ke seluruh bagian
- Pertumbuhan Terhambat: pertumbuhan padi akan terhambat, dan bentuknya kecil/kerdil
- Hangus (Hopperburn): gejala paling parah dari serangan wereng, yaitu tanaman menjadi kering, layu, dan akhirnya mati. Kondisi ini bisa menyebabkan kegagalan panen total.
Kerusakan Tidak Langsung (Penularan Penyakit):
Selain kerusakan fisik, wereng juga berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit virus yang sangat merugikan padi. Virus-virus ini dapat ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui aktivitas makan wereng. Beberapa penyakit yang ditularkan oleh wereng antara lain:
- Penyakit Kerdil Rumput (Rice Grassy Stunt Virus/RGSV)
- Penyakit Kerdil Hampa (Rice Ragged Stunt Virus/RRSV)
Dampak bagi Petani
- Penurunan Hasil Panen Drastis
- Kerugian Ekonomi
- Peningkatan Biaya Produksi
- Ancaman Ketahanan Pangan
Baca Juga: Hama Wereng di Nganjuk Meluas. Bagaimana Solusinya?
Editor : Miko