Belakangan ini publik dihebohkan oleh maraknya kabar guru perempuan yang menggugat cerai suaminya usai menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Fenomena tersebut muncul dari berbagai daerah, seperti Blitar di Jawa Timur hingga Cianjur dan Sukabumi di Jawa Barat.
Fenomena ini sontak memancing perhatian masyarakat. Tak sedikit yang bertanya-tanya mengenai nominal gaji guru dengan status PPPK yang mungkin menjadi salah satu pemicu perubahan dinamika rumah tangga tersebut.
Berdasarkan regulasi terbaru, pemerintah telah menetapkan ketentuan gaji ASN PPPK dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2024 yang merupakan revisi dari Perpres Nomor 98 Tahun 2020. Aturan ini mengatur secara rinci skema penggajian bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, termasuk para guru.
Gaji ASN PPPK dibagi dalam 17 golongan, dengan rincian sebagai berikut:
Golongan I: Rp1.938.500 – Rp2.900.900
Golongan II: Rp2.116.900 – Rp3.071.200
Golongan III: Rp2.206.500 – Rp3.201.200
Golongan IV: Rp2.299.800 – Rp3.336.600
Golongan V: Rp2.511.500 – Rp4.189.900
Golongan VI: Rp2.742.800 – Rp4.367.100
Golongan VII: Rp2.858.800 – Rp4.551.800
Golongan VIII: Rp2.979.700 – Rp4.744.400
Golongan IX: Rp3.203.600 – Rp5.261.500
Golongan X: Rp3.339.100 – Rp5.484.000
Golongan XI: Rp3.480.300 – Rp5.716.000
Golongan XII: Rp3.627.500 – Rp5.957.800
Golongan XIII: Rp3.781.000 – Rp6.209.800
Golongan XIV: Rp3.940.900 – Rp6.472.500
Golongan XV: Rp4.107.600 – Rp6.746.200
Golongan XVI: Rp4.281.400 – Rp7.031.600
Golongan XVII: Rp4.462.500 – Rp7.329.000
Editor : Jauhar Yohanis