Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

4 Risiko Bermain Roblox untuk Anak: Konten Kekerasan hingga Pemborosan Uang

Diana Yunita Sari • Kamis, 7 Agustus 2025 | 17:45 WIB
4 bahaya Roblox
4 bahaya Roblox

Roblox, salah satu gim daring yang tengah naik daun di kalangan anak-anak, kembali jadi sorotan. Meski digadang-gadang sebagai platform edukatif yang mengasah kreativitas, Roblox ternyata menyimpan sejumlah risiko yang perlu diwaspadai, terutama oleh orang tua.

Diluncurkan pada 1 September 2006 oleh David Baszucki dan Erik Cassel, Roblox awalnya dikembangkan sejak 2003 dengan nama GoBlocks dan DynaBlocks. Kini, Roblox bukan sekadar tempat bermain, tapi juga wadah bagi pengguna untuk menciptakan gim sendiri dan berinteraksi secara daring.

Namun, popularitas Roblox belakangan ini memicu kekhawatiran. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bahkan mengimbau siswa untuk tidak bermain Roblox. Imbauan itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke SDN Cideng 02, Jakarta Pusat, awal pekan ini. Ia menyoroti konten yang mengandung unsur kekerasan dan bahasa kasar di dalam gim tersebut.

Apa Saja Bahayanya?

1. Paparan Konten Tak Pantas

Karena sebagian besar konten di Roblox dibuat oleh pengguna, proses moderasi tak selalu berjalan ketat. Akibatnya, anak bisa saja terpapar konten berbau kekerasan, ujaran kasar, atau bahkan seksual.

2. Interaksi Bebas dengan Orang Asing

Roblox memungkinkan pemain dari berbagai negara saling berkomunikasi. Tanpa pengawasan, ini bisa membuka celah terhadap potensi perundungan, penipuan, hingga eksploitasi oleh orang tak dikenal.

3. Potensi Kecanduan

Dengan banyaknya pilihan gim seru yang terus diperbarui, anak-anak bisa betah berjam-jam di depan layar. Ini tentu berdampak pada kesehatan, pola tidur, bahkan prestasi akademik.

4. Transaksi Virtual Tanpa Kontrol

Roblox menggunakan mata uang virtual bernama Robux. Tanpa pemahaman soal nilai uang, anak-anak bisa saja melakukan pembelian impulsif, yang berujung pada pemborosan.

Pemerintah mengimbau orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak. Memahami risiko dan membatasi waktu bermain bisa jadi langkah awal untuk menjaga anak tetap aman di dunia maya.

Editor : Jauhar Yohanis
#game online #menteri pendidikan #Roblox 2025 #gen alpha #abdul mu'ti #siswa sd #Roblox #game roblox