Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Waduh! Disangka Perempuan Sejak Lahir, Siswa SD Asal Kediri Ini Ternyata Miliki Kelamin Ganda

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 7 Agustus 2025 | 23:00 WIB
Kasus kelamin ganda kembali mencuat di wilayah Kediri.
Kasus kelamin ganda kembali mencuat di wilayah Kediri.

JP Radar Nganjuk – Kasus kelamin ganda kembali mencuat di wilayah Kediri. Seorang anak berusia sembilan tahun asal Kecamatan Badas, berinisial Lik (bukan nama sebenarnya), diketahui memiliki kondisi kelamin ganda.

Sejak lahir hingga duduk di bangku kelas 3 SD, Lik diperlakukan dan tumbuh sebagai anak perempuan. Ia mengenakan gamis dan jilbab seperti anak perempuan pada umumnya, dan penampilannya pun tak jauh berbeda.

Namun, seiring bertambahnya usia, muncul tanda-tanda yang membuat keluarga dan lingkungan terdekat mulai curiga.

Di bagian genitalnya tumbuh tonjolan yang menyerupai alat kelamin laki-laki. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa hormon laki-laki dalam tubuh Lik sangat dominan, mencapai 90 persen.

Baca Juga: Dana PIP Tahap 2 Cair Agustus 2025, Cek Nama Kamu Sekarang!

Kondisi medis ini mengingatkan publik pada kasus mantan atlet voli nasional sekaligus prajurit TNI, Serda Aprilia Manganang, yang sempat hidup sebagai perempuan selama bertahun-tahun sebelum secara medis dan hukum diakui sebagai laki-laki.

Ia diketahui mengalami kelainan bawaan hipospadia berat muara saluran kencing tidak berada pada tempat seharusnya sehingga tampak seperti kelamin perempuan.

Menanggapi temuan tersebut, Pemkab Kediri bergerak cepat. Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Moh Solikin, menyatakan bahwa tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta DP2KBP3A telah melakukan asesmen awal terhadap kondisi Lik. Aktivasi layanan BPJS juga langsung dilakukan untuk memastikan pendampingan medis bisa segera berjalan.

“Kami berkomitmen mengawal kasus ini, bukan hanya dari sisi medis tapi juga psikologis. Masbup juga sudah memberi instruksi agar penanganannya dilakukan secara menyeluruh,” ujar Solikin, Rabu (7/8).

Baca Juga: Jajanan Murah Meriah ! Lumpia Basah Bogor Hadir di Kediri

Dukungan juga datang dari DPRD Kabupaten Kediri. Anggota Dewan Maskur Lukman menyampaikan kesiapan membuka donasi publik jika diperlukan untuk membantu proses pendampingan Lik dan keluarganya. Ia menilai, kasus ini harus ditangani serius dan tidak boleh dianggap tabu.

Ini bukan pertama kalinya wilayah Kediri mencatat kasus kelamin ganda. Pada 2015 silam, warga Kecamatan Semen bernama Ani juga mengalami kondisi serupa. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan operasi, Ani memutuskan menjalani hidup sebagai laki-laki.

Kasus Lik menjadi pengingat bahwa kelamin ganda adalah kondisi medis, bukan aib. Dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan agar anak-anak seperti Lik mendapatkan masa depan terbaik.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#aprilia manganan menderita hipospadia #kelamin ganda