Ancaman adanya gempa bumi megathrust di kawasan pesisir barat dan selatan Jawa dinilai sebagai kondisi yang nyata dan serius. Menyikapi hal tersebut, Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menggelar simulasi strategis bertajuk Admin Game di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Dilansir dari Jawa Pos, simulasi ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga yang berwenang di bidang kebencanaan, seperti BMKG, BNPB, hingga Basarnas. Tujuannya, untuk menyusun skenario strategis penanggulangan bencana megathrust, sekaligus menguji kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi gempa besar dan tsunami di wilayah Indonesia.
Sekretaris DPN Donny Ermawan Taufanto menegaskan, kegiatan ini bukan semata simulasi teknis lapangan, namun lebih pada penguatan koordinasi di tingkat pusat.
“Kita ingin menguji regulasi yang ada, sejauh mana interoperabilitas antar kementerian dan lembaga, serta mencari solusi kebijakan yang bisa disampaikan ke Presiden,” ujarnya dikutip dari Jawa Pos pada Kamis (28/8).
Donny yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan itu menjelaskan, hasil dari Admin Game akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua DPN, melalui Ketua Harian DPN Sjafrie Sjamsoeddin. Menurutnya, masukan dari kegiatan ini bisa menjadi landasan strategis dalam penyusunan kebijakan nasional di bidang mitigasi bencana.
“Indonesia berada di kawasan rawan bencana. Bukan hanya megathrust, tapi juga banjir, longsor, kebakaran hutan, dan lainnya. Maka kita harus siap menghadapi semua kemungkinan dengan perencanaan yang matang,” tandasnya.
Donny berharap simulasi seperti ini bisa dilakukan secara berkala agar kesiapan pemerintah tidak hanya bersifat reaktif. Namun betul-betul terencana secara strategis dan menyeluruh.
Editor : Jauhar Yohanis