Tim Reformasi POLRI Bentukan Kapolri Listyo Sigit Menuai Kritik. Ini Kata Haidar Alwi

Jauhar Yohanis • Dipublikasikan Selasa, 23 September 2025 | 18:22 WIB

Haidar Alwi
Haidar Alwi

JP Radar Nganjuk – Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai kritik karena dianggap eksklusif dan tidak melibatkan masyarakat sipil. Namun, menurut Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi, kritik tersebut lahir dari kesalahpahaman.

Haidar menegaskan bahwa tim bentukan Kapolri tidak bisa disamakan dengan Tim Reformasi Polri yang dibentuk Presiden. Keduanya memiliki mandat, ruang lingkup, dan tujuan berbeda.

“Tim ini adalah tim internal untuk mengkaji, merancang, dan melaksanakan perubahan di tubuh Polri. Fokusnya pada evaluasi struktur kelembagaan, sistem manajemen, pengawasan internal, dan tata kelola SDM,” ujar Haidar, Senin (22/9).

Tim Internal vs Tim Eksternal

Haidar menjelaskan, tim bentukan Kapolri bekerja dari dalam dengan pendekatan teknis dan operasional. Sementara itu, tim bentukan Presiden melibatkan unsur masyarakat sipil, akademisi, tokoh masyarakat, hingga lembaga negara.

“Mandatnya lebih luas karena ditujukan untuk memberikan masukan strategis dari luar institusi kepolisian, menjamin keterbukaan, dan mengawal agar reformasi sejalan dengan harapan masyarakat,” jelasnya.

Saling Melengkapi

Karena itu, Haidar menilai tudingan eksklusif tidak tepat. Justru, kedua tim tersebut saling melengkapi. Tim internal menyiapkan kerangka teknokratis, sedangkan tim Presiden memberi pengawasan dan arah normatif.

“Tanpa sinergi keduanya, pembenahan hanya akan jadi slogan kosong yang terjebak dalam kepentingan politik maupun birokratis,” tegasnya.

Menurut Haidar, publik perlu memahami perbedaan mandat ini agar kritik tidak keliru sasaran. Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan kedua tim berjalan paralel dan berujung pada reformasi Polri yang kredibel.

“Kepercayaan publik tidak dibangun oleh narasi, melainkan kerja nyata melalui kolaborasi internal dan eksternal secara simultan,” pungkasnya.

Baca Juga: Sidang Kabinet: Prabowo Tegaskan TNI-Polri Tak Boleh Ragu Tindak Perusuh dan Penjarah

Baca Juga: Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Prabowo Ajak Polri Jadi Polisi yang Tangguh dan Bersih

Editor : Jauhar Yohanis
Sumber : Tribratanews
kapolri polri reformasi