Jawa Pos Radar Nganjuk- Pencairan gaji pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk Oktober 2025 resmi dimulai sejak 1 Oktober. Namun, sejumlah pensiunan mengeluhkan kendala autentikasi melalui aplikasi Andal by Taspen, yang menyebabkan gaji mereka tertunda.
Keluhan ini ramai disampaikan di media sosial resmi Taspen, terutama Instagram. Banyak pensiunan melaporkan aplikasi Andal gagal mendeteksi wajah meski sudah dicoba berulang kali. Ada pula yang menyebut proses autentikasi error sejak pagi, padahal gaji bulanan ini sangat dinanti.
“Min, kok autentikasi selalu gagal? Sudah coba berkali-kali,” tulis salah satu pensiunan di kolom komentar.
Penyebab Gagal Autentikasi
Menanggapi keluhan tersebut, Taspen menjelaskan sejumlah penyebab teknis kegagalan autentikasi, antara lain:
- Pencahayaan kurang baik saat selfie, sehingga wajah tidak terdeteksi jelas karena ruangan gelap.
- Kualitas kamera ponsel yang kurang mendukung teknologi pengenalan wajah.
- Koneksi internet tidak stabil, menyebabkan verifikasi gagal tersambung ke server.
- Posisi wajah saat selfie tidak sejajar dengan kamera.
Solusi Jitu dari Taspen
Untuk mengatasi masalah ini, Taspen memberikan panduan agar autentikasi berhasil dan gaji pensiunan tetap cair:
- Lakukan selfie di tempat dengan cahaya cukup terang.
- Perbarui aplikasi Andal by Taspen ke versi terbaru untuk menghindari gangguan teknis.
- Pastikan wajah sejajar dengan kamera saat autentikasi.
- Gunakan jaringan internet yang stabil selama proses verifikasi.
- Jika masih gagal, pensiunan bisa melakukan autentikasi manual di bank mitra Taspen atau kantor pos yang bekerja sama.
Dengan langkah-langkah ini, Taspen memastikan pensiunan yang mengalami kendala bisa segera menerima gaji tanpa penundaan lama.
Imbauan untuk Tetap Tenang
Taspen mengimbau para pensiunan agar tidak panik jika autentikasi bermasalah. “Kami terus tingkatkan sistem Andal agar lebih lancar. Jika masih ada kendala, ikuti solusi yang disarankan atau kunjungi bank mitra terdekat,” ujar perwakilan Taspen.
Autentikasi ini merupakan syarat penting untuk memvalidasi data penerima gaji pensiun, memastikan penyaluran dana lebih tepat sasaran.
Editor : Karen Wibi