Sparkling Nganjuk Carnival menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat Kota Angin. Tadi malam menjadi Sparkling Nganjuk Carnival yang ketiga kalinya. Tentu dengan tampilan yang lebih meriah. Salah satunya karena diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sparkling Nganjuk Carnival sudah memasuki tahun keempat. Sabtu kemarin (18/10), acara yang berlangsung di Kecamatan Nganjuk itu berlangsung meriah. Diikuti oleh ratusan peserta. Lebih spesialnya lagi, peserta tidak hanya dari Kabupaten Nganjuk. Namun juga dari daerah lain di Indonesia.
Suksesnya Sparkling Nganjuk Carnival tidak terlepas dari kerja keras ketua panitia acara Sparkling Nganjuk Carnival Aries Christiawan. Dia menjadi penggagas kegiatan tersebut pada 2022. Semua itu bermula dari keinginan Aries agar Kabupaten Nganjuk memiliki agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Aries yang sudah berkecimpung di dunia karnaval pun memiliki ide tentang Sparkling Nganjuk Carnival.
“Nganjuk itu masuk Asosiasi Karnaval Indonesia (AKI). Tapi dari sekian banyak anggota, hanya Nganjuk yang saat itu tidak memiliki agenda karnaval tahunan,” ujarnya.
Namun semuanya itu memiliki banyak kendala. Salah satunya soal modal. Terlebih Sparkling Nganjuk Carnival di tahun pertama tidak dicover oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Mau tak mau, Aries dkk harus mencari sponsor.
Beruntung proses awal itu berjalan lancar. Saat hari H, Sparkling Nganjuk Carnival berlangsung meriah. Jauh dari ekspektasi Aries. Karena selama acara, ada ribuan masyarakat yang menyaksikan. Hal itu yang lalu menjadikan modal Sparkling Nganjuk Carnival dilakukan di tiga tahun berikutnya. Yaitu, tahun 2023, 2024, dan 2025. “Sejak saat itu kami dipercaya oleh masyarakat dan pemkab. Peserta pun terus bertambah setiap tahunnya,” ungkap warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk itu.
Tahun ini, Sparkling Nganjuk Carnival berlangsung kian meriah. Salah satunya dari jumlah peserta yang ikut. Total ada ratusan peserta yang ikut. Mereka berasal dari instansi, sekolah, dan masyarakat umum. Tidak hanya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Namun juga dari banyak daerah lain yang mayoritas dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali.
Editor : Karen Wibi