Jawa Pos Radar Nganjuk– Pertemuan antara pendiri Trans Corp, Chairul Tanjung (CT), dengan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo pada sore hari ini (23/10) menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Kesepakatan tersebut meliputi pemberian sanksi pemecatan kepada karyawan yang terlibat hingga komitmen untuk memproduksi program siaran khusus tentang pondok pesantren. Kesepakatan ini merupakan respons atas kontroversi tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang memicu gelombang protes masyarakat.
Usai bertemu dengan Kiai Anwar Manshur, Chairul Tanjung menjelaskan sejumlah poin hasil diskusi dengan pengasuh Ponpes Lirboyo. Pihak pesantren menuntut sanksi tegas terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tayangan tersebut. “Sanksi tegas yang dimaksud adalah pemecatan, dan ini sudah kami laksanakan. Pertama, individu yang bertanggung jawab telah dipecat. Kedua, kerja sama dengan rumah produksi yang memproduksi tayangan tersebut juga telah kami putuskan,” ujar CT.
Dalam keterangannya kepada media, CT dengan tenang memaparkan poin-poin tuntutan lainnya, termasuk penghentian permanen program Xpose Uncensored. “Kami juga berdiskusi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Oleh karena itu, kami akan memberikan arahan jelas kepada Trans7 agar lebih berhati-hati dalam memproduksi acara, sehingga tidak menyinggung tradisi dan amaliah yang dijalankan di pondok pesantren,” tegasnya di kediaman Kiai Anwar Manshur.
Selain itu, CT dan pengasuh Ponpes Lirboyo sepakat untuk menciptakan program siaran khusus yang mengangkat kekayaan budaya dan pendidikan pondok pesantren di Indonesia. “Program ini akan menonjolkan keunggulan pendidikan pesantren serta sejarahnya, agar masyarakat luas dapat memahami keindahan dan nilai luhur pendidikan di pesantren,” jelas pengusaha sekaligus pemilik Trans Media tersebut.
Sementara itu, mewakili pengasuh Ponpes Lirboyo, Kiai Abdul Mu’ib Shohib menyampaikan bahwa Chairul Tanjung secara langsung meminta maaf kepada Kiai Anwar Manshur atas kontroversi tersebut. Dalam tayangan Xpose Uncensored pada 13 Oktober lalu, potongan konten media sosial yang menampilkan Kiai Anwar Manshur turut ditayangkan, memicu protes dari berbagai kalangan. “Tadi, Bapak Chairul Tanjung bertemu langsung dengan Kiai Haji Muhammad Anwar Manshur untuk menyampaikan permohonan maaf, dan permohonan tersebut telah diterima,” ungkap Gus Muid, sapaan akrab Kiai Abdul Mu’ib.
CT juga menegaskan komitmennya agar kesalahan serupa tidak terulang, tidak hanya di Trans7, tetapi juga di seluruh media di bawah naungan Trans Corp. “Beliau berjanji bahwa media di bawah Trans Corp akan turut memulihkan citra pondok pesantren yang tercoreng akibat tayangan tersebut,” tambah Gus Muid.
Untuk diketahui, Chairul Tanjung tiba di gedung Yayasan Lirboyo sekitar pukul 13.45 WIB, didampingi oleh Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, Mohammad Nuh, dan Direktur Utama Detik Network, Abdul Aziz. Sebelumnya, tayangan Xpose Uncensored yang menyoroti kehidupan pesantren memicu beragam tanggapan di masyarakat. Sebagian pihak menilai tayangan tersebut menyinggung tradisi dan budaya pesantren, sehingga memicu gelombang protes, terutama dari kalangan pesantren.
Sebagai respons awal, Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, telah mengunjungi Ponpes Lirboyo pada Rabu (15/10) untuk menyampaikan permohonan maaf atas tayangan tersebut. Kedatangan CT pada hari ini juga bertujuan untuk meminta maaf secara langsung kepada Kiai Anwar Manshur, sekaligus menjawab tuntutan masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kediri Raya pada Selasa (21/10) lalu.
Editor : Karen Wibi