JP Radar Nganjuk - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung selama sepekan ke depan, terhitung sejak tanggal rilis siaran pers (contoh: 10 November 2025).
Baca Juga: Warung Milik Sri Mulyani di Nganjuk Roboh Diterjang Cuaca Buruk
Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas bervariasi di berbagai wilayah di Indonesia. Potensi cuaca ekstrem yang diwaspadai meliputi:
- Hujan Lebat: Yang dapat disertai kilat/petir.
- Angin Kencang: Berpotensi menyebabkan kerusakan atau dampak lainnya.
- Gelombang Tinggi: Berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan puting beliung.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Nganjuk Hari Ini, 16 September 2025: Waspada Hujan Lokal Siang hingga Sore
Imbauan dan Rekomendasi BMKG
Masyarakat diimbau untuk:
- Tetap waspada, siaga, dan memahami langkah-langkah keselamatan.
- Memantau perkembangan informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG secara resmi.
- Mengakses aplikasi InfoBMKG atau situs resmi BMKG ([https://www.bmkg.go.id](https://www.bmkg.go.id)) untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih akurat dan terperinci hingga level kecamatan.
- Menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak saat terjadi cuaca ekstrem.
- Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, agar segera melakukan mitigasi dan persiapan yang diperlukan.
Baca Juga: Waspada! Prakiraan Cuaca Nganjuk Hari Ini, Kamis 11 September 2025: Hujan Petir hingga Berawan
BMKG berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan cuaca dan akan segera menyampaikan informasi perubahan cuaca serta peringatan dini jika diperlukan.
Catatan: Karena tanggal rilis siaran pers dalam hasil pencarian bervariasi (contoh: 10 November 2025, 16 April 2024, dsb.), berita ini disajikan dengan konteks umum dari peringatan cuaca ekstrem selama sepekan yang sering dikeluarkan BMKG.
Editor : Karen Wibi