JP Radar Nganjuk - Menjelang penghujung tahun 2025, kabar mengenai adanya bantuan sosial (bansos) dan stimulus tambahan dari pemerintah mulai ramai beredar. Pemerintah telah memastikan bahwa sejumlah bantuan reguler akan memasuki fase terakhir pencairan, didukung dengan sejumlah stimulus ekonomi yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Penyaluran berbagai bansos sepanjang tahun 2025, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra, bertujuan untuk menggerakkan perekonomian nasional. Namun, beberapa program dipastikan dihentikan, salah satunya adalah Bantuan Subsidi Upah (BSU), yang tidak akan disalurkan menjelang akhir tahun ini.
Bansos Tahunan Memasuki Fase Akhir
Pemerintah mengonfirmasi bahwa penyaluran bantuan sosial akan berlanjut selama November hingga Desember 2025, terutama untuk bantuan tahunan yang memasuki fase terakhirnya.
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Pencairan bansos PKH telah mencapai fase ke-4 atau yang terakhir di tahun 2025. Bantuan ini ditujukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tergolong keluarga miskin dan sangat miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Besaran bantuan PKH yang diterima setiap KPM bervariasi sesuai dengan kategori:
-
Ibu Hamil/Nifas & Anak Usia Dini: Rp750.000 per periode.
-
Siswa SD: Rp225.000 per periode.
-
Siswa SMP: Rp375.000 per periode.
-
Siswa SMA: Rp500.000 per periode.
-
Lansia & Penyandang Disabilitas Berat: Rp600.000 per periode.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos BPNT Tahap 4 Rp600 Ribu dan Bantuan Pangan Besar Mulai Cair Merata
2. Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS)
Pemerintah juga akan menyalurkan BLTS sebesar Rp900 ribu di akhir tahun, yang merupakan total bantuan untuk tiga bulan terakhir di tahun 2025. Bantuan ini menyasar KPM yang termasuk dalam desil 1 hingga 4 di DTSEN.
3. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Pangan Non-Tunai Lainnya
Pencairan BPNT juga memasuki fase terakhir pada tahun 2025, di mana setiap KPM yang berhak akan menerima Rp200.000 per bulan untuk membeli kebutuhan pangan dasar. Selain itu, KPM yang memenuhi syarat juga akan menerima bantuan non tunai berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng hingga bulan Desember 2025.
Baca Juga: Praktis dari Rumah! Cek Status Pencairan Bansos PKH November 2025 Lewat HP, Simak Panduan Kemensos
Stimulus Ekonomi Akhir Tahun: Diskon Transportasi hingga Insentif PPN
Selain bantuan sosial yang spesifik untuk KPM, pemerintah juga menerbitkan sejumlah stimulus ekonomi yang bersifat lebih umum, memungkinkan diakses oleh masyarakat luas.
-
Diskon Tarif Tol Nataru: Pemerintah memastikan akan ada potongan harga tol selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
-
Potongan Harga Transportasi Umum: Momen Nataru 2025/2026 juga dimanfaatkan untuk memberikan pengurangan harga pada pesawat terbang, kapal laut, dan kereta api.
-
Insentif Pajak: Pemerintah merencanakan dukungan tambahan berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), di mana subsidi PPN akan ditanggung oleh pemerintah.
-
Dukungan Sektor Digital: Dukungan juga diberikan melalui perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 pada pertengahan Desember, menawarkan berbagai tawaran diskon akhir tahun.
Dengan adanya pencairan bansos terakhir dan stimulus ekonomi ini, diharapkan perputaran ekonomi di masyarakat dapat terus meningkat menjelang penutupan tahun 2025.
Editor : Karen Wibi