Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon, Begini Sikap AHY

rekian • Kamis, 2 April 2026 | 09:14 WIB
Ilustrasi prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ilustrasi prajurit TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

 
RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM
– Awan hitam menyelimuti korps Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah kabar duka datang dari tanah Lebanon Selatan. Tiga prajurit terbaik bangsa yang tengah mengemban misi suci dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dinyatakan gugur akibat agresi militer Israel yang menghantam wilayah tersebut pada 29 dan 30 Maret 2026. Kehilangan ini menjadi luka mendalam bagi kedaulatan Indonesia di mata dunia internasional.

Ketiga patriot yang gugur tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka menjadi korban dalam dua insiden serangan yang terjadi berturut-turut saat menjalankan mandat perdamaian sebagai bagian dari Kontingen Garuda. Gugurnya para prajurit ini memicu gelombang kecaman keras dari berbagai elemen dalam negeri, mengingat pengabdian mereka di medan tugas dilakukan demi stabilitas keamanan global.

Baca Juga: Tok! ASN WFH Satu Kali dalam Sepekan, Harga BBM Subsidi Tidak Naik

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui akun resmi instagramnya, menyampaikan duka cita yang mendalam sekaligus kecaman keras atas insiden tersebut. Sebagai sosok yang pernah mencicipi pengalaman lapangan dalam Kontingen Garuda UNIFIL 2006, AHY menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi oleh akal sehat manapun. Ia mendesak agar PBB dan UNIFIL segera melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel demi mengungkap sumber serangan secara terang benderang.

Senada dengan hal tersebut, sikap tegas pemerintah pusat juga disuarakan melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang merilis pernyataan resmi terkait jalannya Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB di New York. Dalam sidang yang digelar pada Selasa (31/3), Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, secara lantang menyebut satu per satu nama prajurit yang gugur sebagai bentuk penghormatan tertinggi. Indonesia mengecam keras eskalasi serangan militer Israel yang terus-menerus melanggar kedaulatan Lebanon dan secara terang-terangan menargetkan wilayah yang seharusnya menjadi zona aman bagi pasukan perdamaian.

Baca Juga: Kabar Gembira! Menkeu Purbaya Sahkan Aturan Gaji Ke-13 & THR 2026: Intip Skema Cairnya di Sini

Dalam pernyataan resminya, Duta Besar Umar Hadi menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menerima alasan-alasan sepihak dari pihak Israel. Pemerintah menuntut penyelidikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menyeret pelaku ke ranah akuntabilitas hukum. Selain itu, Indonesia mendesak pemulangan jenazah ketiga personel secara cepat dan bermartabat, serta perawatan medis terbaik bagi lima prajurit lainnya yang terluka. Keselamatan personel UNIFIL kini menjadi prioritas utama yang harus dijamin oleh Dewan Keamanan PBB melalui langkah-langkah darurat agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan.


Editor : rekian
#UNIFIL #Lebanon #United Nation #AHY #tni