KOTA KEDIRI, RADARNGJUK.JAWAPOS.COM- Kasus dugaan keracunan massal menimpa puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kediri setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/4/2026). Insiden ini dilaporkan terjadi di tiga sekolah di Kecamatan Pesantren, yakni SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1.
Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan Satgas MBG Kota Kediri, ditemukan adanya kontaminasi bakteri E. coli pada sampel makanan. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengonfirmasi bahwa sebanyak 73 siswa mengalami gejala medis setelah menyantap menu yang disediakan oleh SPPG Tempurejo.
Gejala yang dialami siswa adalah pusing, mual, muntah, demam, dan diare. Menu makanan yang disajikan ke siswa adalah, roti bagel, ayam saus tiram, tahu orak-arik, sup kacang merah & kentang, serta buah kelengkeng.
Dugaan penyebabnya, pengolahan daging ayam yang tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Investigasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan adanya kelalaian dalam proses produksi di SPPG Tempurejo, antara lain:
Waktu Pengolahan, makanan dimasak terlalu dini (sebelum jam 02.00 dini hari), sehingga rentan basi atau terkontaminasi. Uji organoleptik terlewat. Petugas diduga tidak melakukan pengecekan rasa, aroma, dan tekstur secara berkala sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.
Hingga Jumat (24/4), Pemkot Kediri memastikan kondisi seluruh siswa telah membaik dan tidak ada yang perlu menjalani rawat inap. "Seluruh korban sudah kembali bersekolah. Dokter puskesmas terus proaktif melakukan pemantauan kesehatan di lokasi," ujar Wali Kota Vinanda.
Sebagai langkah tegas, Badan Gizi Nasional telah mengambil keputusan, melakukan penutupan sementara. Operasional SPPG Tempurejo dihentikan total untuk evaluasi. Pemkot Kediri akan memperketat monitoring dan evaluasi (monev) terhadap seluruh penyedia layanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Satgas MBG tengah menunggu arahan pusat terkait sanksi lanjutan bagi pengelola yang melanggar prosedur kesehatan pangan.
Editor : rekian