RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Pemadaman listrik berskala besar (blackout) melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak Jumat malam (22/5/2026). Gangguan transmisi interkoneksi tersebut membuat jutaan warga di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga sebagian Jambi gelap gulita. Meski demikian, masyarakat Kabupaten Nganjuk patut bernapas lega karena wilayah Kota Angin dipastikan sama sekali tidak terdampak oleh gangguan massal tersebut.
Berdasarkan pantauan Radar Nganjuk hingga Sabtu siang (23/5/2026), aktivitas warga dan pasokan listrik di seluruh wilayah Nganjuk berjalan normal. Tidak ada laporan pemadaman mendadak yang berkaitan dengan badai gangguan kelistrikan di pulau seberang tersebut.
Baca Juga: Sumatera Gelap! Sebagian Wilayah Alami Pemadaman Listrik Secara Serentak
Nihil Pemberitahuan Darurat di Medsos PLN Nganjuk
Sinyal amannya pasokan listrik di Nganjuk juga terlihat dari aktivitas digital PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Nganjuk. Berdasarkan pantauan di akun Instagram resminya, tidak ada unggahan ataupun maklumat darurat mengenai pemadaman listrik berkepanjangan.
Pemberitahuan terakhir yang dirilis PLN ULP Nganjuk hanyalah pemeliharaan jaringan rutin pada Kamis (21/5/2026) lalu. Itu pun bersifat lokal dan terjadwal, yakni di Kecamatan Ngluyu (pukul 09.30–13.30 WIB) serta penghentian sementara di Kecamatan Gondang (pukul 09.30–09.40 WIB).
Baca Juga: Prabowo Akan Putuskan Sengketa Empat Pulau antara Aceh dan Sumatera Utara Pekan Depan
Setelah pemeliharaan rutin tengah pekan tersebut selesai, praktis hingga Sabtu (23/5/2026) pukul 12.00 WIB, kondisi kelistrikan di Nganjuk terpantau andal tanpa ada kendala pasokan energi.
Dipicu Putusnya Transmisi Rumbai–Muaro Bungo
Merujuk data yang dihimpun dari padek.jawapos.com, pemadaman massal di Pulau Sumatera dipicu oleh pecahnya sistem interkoneksi kelistrikan setempat. Sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sistem Sumatera Bagian Tengah (SBT) mendadak terpisah (separated system) pada Jumat malam sekitar pukul 18.44 WIB.
Biang keladinya adalah terputusnya jaringan transmisi bertegangan tinggi 275 kV yang menghubungkan jalur Rumbai–Muaro Bungo. Gangguan yang terjadi pada gardu induk pembangkitan dan transmisi ini memicu efek domino yang mengganggu stabilitas pasokan listrik di wilayah utara Sumatera.
"Terjadi gangguan pada jaringan transmisi Rumbai–Muaro Bungo 275 kV sehingga berdampak pada terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah," ujar General Manager PLN UID Sumatera Barat, Arjun Karim, dalam rilis resminya.
Baca Juga: Menikmati Mudik Lebaran dari Nganjuk ke Sumatera (2): Merasakan Pergantian Hari di Selat Sunda
Pihak PLN Sumatera sendiri bergerak cepat menerjunkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan lokalisasi gangguan dan perbaikan bertahap. Pihak manajemen PLN juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera yang terdampak dan meminta warga tetap tenang sembari menunggu proses pemulihan sistem kelistrikan kembali normal 100 persen.
Bagi warga Nganjuk yang memiliki kerabat di wilayah Sumatera, perkembangan informasi pemulihan kelistrikan ini dapat dipantau secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile. Untuk wilayah Nganjuk sendiri, PLN memastikan sistem kelistrikan Jawa-Bali berada dalam kondisi prima dan tidak berkaitan dengan jalur transmisi yang sedang mengalami gangguan di Sumatera.
Editor : rekian