RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM — Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah gencar membidik target swasembada gula nasional. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Ro'atul Nafif Laha, menegaskan bahwa Jawa Timur memegang peran krusial sebagai motor utama untuk mewujudkan target besar tersebut.
Sebagai lumbung gula nasional, Jawa Timur tercatat berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap total produksi gula di Indonesia. "Target swasembada gula ini sudah dimulai sejak tahun 2025, salah satunya melalui langkah strategis pembebasan lahan untuk area tebu seluas 54 ribu hektare,” ujar Nafif Laha di podcast di Radar Kediri TV (RKTV) pada Selasa (26/5). Untuk menyukseskan target tersebut maka hilirisasi dari Pabrik Gula (PG) yang tersebar di Jawa Timur mutlak harus dilakukan.
Baca Juga: Prosesi Manten Tebu, Tradisi Sakral di Pabrik Gula Penanda Musim Giling
Percepatan Perluasan Lahan Tebu
Nafif membeberkan bahwa tantangan pemenuhan target lahan terus dikejar oleh pemerintah. Meski sempat melambat di awal, tren positif mulai terlihat pada tahun ini. Dari target total 54 ribu hektare, pada 2025 baru terealisasi seluas 5.240 hektare.
Progresnya baru tampak pada 2026. Pemerintah melakukan percepatan secara masif, sehingga luas lahan tebu yang siap kini telah melonjak signifikan mencapai 12 ribu hektare.
Baca Juga: Capres Ganjar Pranowo Kunjungi Kabupaten Nganjuk, Petani Tebu di Kertosono Curhat
Dongkrak Produktivitas Lewat Kemitraan
Untuk memaksimalkan potensi perluasan lahan tersebut, legislator dari dapil Kediri Raya ini menekankan pentingnya membangun kerja sama yang solid antara pihak Pabrik Gula dan para petani tebu di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu mengerek kualitas dan kuantitas hasil panen secara drastis.
Nafif juga mematok target optimistis terkait produktivitas lahan per hektarenya. Jika sebelumnya satu hektare hanya menghasilkan 50-60 ton. Maka untuk saat ini ditargetkan kualitas meningkat menjadi 90-100 ton per hektare.
Baca Juga: JUMBO Berjaya, Geser Pabrik Gula dengan Capaian 5 Juta Penonton
Melalui kombinasi perluasan lahan tebu dan peningkatan produktivitas yang signifikan ini, Nafif optimistis ketergantungan Indonesia terhadap gula luar negeri dapat dipangkas secara bertahap.
"Adanya penambahan luas area lahan dan peningkatan hasil panen ini diharapkan bisa menekan angka impor gula kita ke depannya," pungkas Nafif Laha.
Editor : rekian