Angin Kencang Akan Menerjang Kabupaten Nganjuk

Karen Wibi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15 WIB
Mendung petang menyelimuti Tugu Jayastamba. (karen wibi/jprk)
Mendung petang menyelimuti Tugu Jayastamba. (karen wibi/jprk)

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Kabupaten Nganjuk harus ekstrawaspada. Karena, di musim kemarau, angin bertiup kencang. Bahkan kecepatan angin di Nganjuk bisa mencapai 40 kilometer (km) per jam. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Iwan Setiawan mengatakan, hingga September mendatang, Kabupaten Nganjuk diprediksi akan diterjang angin kencang. “Angin kencang akan berlangsung selama musim kemarau,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Iwan mengatakan ada banyak alasan yang membuat angin di Nganjuk cukup kencang. Alasan pertama adalah letak geografis dari Nganjuk. Diketahui Nganjuk diapit oleh dua gunung besar. Yakni, Gunung Wilis di sisi selatan dan Gunung Arjuno di sisi utara.

Posisi tersebut menciptakan “lorong alami” yang membuat angin bergerak dengan cepat menuju wilayah Nganjuk. Karena diketahui lorong-lorong tersebut dapat mengarahkan dan mempercepat hembusan angin. Hal itu menyebabkan frekuensi dan intensitas angin di Nganjuk lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Jawa Timur.

Selain itu, saat ini, angin Muson dari Australia sedang berembus ke Pulau Jawa. Kondisi tersebut yang menyebabkan angin berhembus lebih kencang. Ditambah, angin dari Australia tersebut membuat angin terasa lebih dingin. “Dua hal tersebut yang membuat angin lebih kencang dibanding daerah lain atau ketika di musim penghujan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, angin kencang yang menerjang Nganjuk bisa menjadi petaka. Salah satunya karena angin kencang tersebut rawan membuat pohon tumbang. Salah satunya seperti yang terjadi di Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Nganjuk. Selama dua minggu terakhir, sudah terjadi beberapa pohon atau dahan yang patah. “Pohon yang tumbang tiba-tiba dapat membahayakan orang di sekitar,” tambahnya.

Oleh karena itu, Sutomo mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati. Dia mewanti-wanti kepada masyarakat untuk waspada di sekitar pohon yang sudah rapuh. “Masyarakat bisa melapor ketika menemukan pohon yang terlihat membahayakan,” tambahnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
bmkg bencana angin kencang cuaca ekstrem KOTA ANGIN