KERTOSONO, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM - Pasar Kertosono menjadi magnet baru bagi masyarakar di Kecamatan Kertosono dan sekitarnya saat malam hari. Karena saat malam hari, banyak angkringan buka mengelilingi pasar. Yang menarik, tidak hanya makanan dan minuman yang disajikan. Namun, penjual angkringan juga berlomba-lomba menarik konsumen dengan penampilan seksi.
Pada Sabtu malam (18/7), terdapat 23 angkringan yang berjualan di area Pasar Kertosono. Dari jumlah tersebut, delapan di antaranya adalah usaha angkringan seksi.
Ciri-cirinya sangat mudah dikenali. Pertama tentu penjualnya adalah seorang perempuan. Selain itu, pakaian yang dikenakan oleh cewek tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya. Mulai dari rok atau celana mini yang sangat ketat hingga kaus yang menonjolkan bagian dada.
Mayoritas angkringan seksi tersebut ditemukan di sisi utara hingga barat pasar. Mereka biasa berjualan setelah Maghrib hingga tengah malam. Bahkan, bisa lebih panjang di akhir pekan.
Lalu apakah mereka terpaksa? Tentu saja tidak. Paling tidak itu seperti yang dikatakan oleh Bunga (bukan nama sebenarnya, Red). “Angkringan di sini sudah ada sejak pasar diresmikan. Tapi kalau angkringan seksi baru satu tahun terakhir,” ujar perempuan asal Kecamatan Kertosono tersebut.
Ya benar, angkringan-angkringan seksi itu mulai menjamur sejak satu tahun terakhir. Hal itu dilakukan oleh Bunga dan teman-temannya bukan karena iseng semata. Melainkan karena untuk menggaet para pelanggan.
Bunga merinci, di Pasar Kertosono, terdapat 20 hingga 30 usaha angkringan. Mayoritas puluhan angkringan itu memiliki konsep yang sama. Begitu juga dengan makanan dan minuman.
Kondisi itu tentu tak menguntungkan bagi sebagian pemilik angkringan. Mau tak mau, jika ingin ramai pelanggan, Bunga harus memiliki konsep yang berbeda. “Konsepnya ya angkringan seksi. Soalnya yang ke sini mayoritas laki-laki,” tambahnya.
Saat ide terlintas, Bunga langsung percaya konsepnya itu akan berhasil. Karena ternyata konsep tersebut sudah banyak digunakan di berbagai daerah di Indonesia.
Terdekat, hal itu dilakukan oleh penjaga angkringan di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri. Paling tidak itu sebelum dirazia oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.
Kini, konsep tersebut ditiru oleh Bunga dkk. Hasilnya? Bunga bisa panen cuan saat malam hari. Hal itu yang membuat jumlah angkringan seksi di Pasar Kertosono terus bertambah.
“Banyak teman saya di luar Kecamatan Kertosono yang pengen buka angkringan seksi di sini,” tandas perempuan berusia 30 tahun itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih membenarkan ada puluhan angkringan yang berjualan di Pasar Kertosono saat malam hari.
Namun, dirinya menampik angkringan tersebut menjadi wewenang dari Disperindag Nganjuk. Alasannya puluhan angkringan itu bukan termasuk ke paguyuban pedagang Pasar Kertosono.
“Angkringan-angkringn itu bukan termasuk yang ditangani oleh Disperindag Nganjuk,” ujarnya.
Editor : rekian