Harga Brambang Anjlok, Petani Panik

Karen Wibi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:23 WIB

 

Di sisi lain, harga pupuk nonsubsidi sedang naik akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). (karen wibi/jprk)
Di sisi lain, harga pupuk nonsubsidi sedang naik akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). (karen wibi/jprk)
 
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa tersebut sepertinya sedang dialami oleh petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk. Karena selain sedang dipusingkan dengan hama dan kenaikan harga pupuk, para petani juga harus dipusingkan dengan anjloknya harga bawang merah.
Ya benar, sejak seminggu terakhir, harga bawang merah di tingkat petani sedang anjlok. Tidak tanggung-tanggung, penurunan harga bawang merah bisa mencapai Rp 10 ribu. Hal itu seperti yang disampaikan oleh Siman, 50, petani bawang merah asal Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang. Dia mengaku, saat ini, harga bawang merah sedang jelek-jeleknya. “Harga dari petani itu sedang sangat murah,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Sebagai perbandingan, sebelum turun, harga bawang merah di tingat petani berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribuan. Namun saat ini, harga bawang merah sedang anjlok di bawah Rp 20 ribu. Bahkan, dari harga terakhir, harga bawang merah dari petani hanya dihargai Rp 18 ribu per kilogramnya. “Turunnya mungkin karena stok berlimpah. Karena banyak wilayah yang sedang panen,” tambahnya.
Tentu hal itu membuat Siman dan puluhan petani lainnya pusing. Bagaimana tidak, saat ini, Siman sedang dipusingkan dengan serangan hama dan harga pupuk nonsubsidi yang sedang naik. Belum bisa bernafas lega, Siman malah harus merasakan harga bawang merah yang sedang turun. Mau tak mau, kata Siman, dirinya akan menahan stok bawang merah miliknya untuk dijual ke pasar. Dengan harapan akan ada peningkatan harga bawang merah di kemudian hari. “Semoga harga bawang merah segera naik,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, petani bawang merah di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang sedang dipusingkan dengan serangan hama ulat. Serangan hama tersebut bahkan membuat beberapa petani gagal panen. Selain itu, petani juga sedang dipusingkan dengan kelangkaan pupuk subsidi. Di sisi lain, harga pupuk nonsubsidi sedang naik akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi
pupuk naik bawang merah harga anjlok petani pusing