NGANJUK.radarnganjuk.jawapos.com – Rumah Potong Hewan (RPH) Nganjuk yang berlokasi di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, akhirnya mulai dibenahi tahun ini. Langkah rehabilitasi ini diambil karena kondisi fasilitas RPH dinilai sudah jauh dari kata layak.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengungkapkan bahwa Pemkab Nganjuk mengalokasikan anggaran hingga Rp842 juta untuk proyek pembenahan ini.
Baca Juga: Mayat Mrs X Ditemukan di RPH Sumber Gondang, Ini yang Dilakukan Polres Nganjuk
"Nilai anggaran tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu," ujar pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut.
Menurut Kang Marhaen, kondisi RPH Nganjuk sudah lama memprihatinkan karena minim perawatan. Salah satu masalah terbesarnya terletak pada sistem sanitasi yang buruk, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat higienitas.
"Sudah sejak bertahun-tahun yang lalu RPH Nganjuk tidak mendapat perhatian dari pemerintah," lanjutnya.
Proses lelang proyek rehab ini pun telah resmi rampung. Dari total 96 kontraktor yang bersaing, CV Arudam Jaya asal Kabupaten Ngawi keluar sebagai pemenang.
Baca Juga: Awalnya Hanya Jualan Hewan, Sekarang Jadi Pusat Perbelanjaan
Perusahaan tersebut terpilih setelah mengajukan penawaran sebesar Rp 673 juta, lebih rendah dari pagu anggaran awal sebesar Rp 842 juta.
Proses pengerjaan proyek kini tengah dikebut. Berdasarkan kontrak kerja, pengerjaan rehabilitasi ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari, diikuti dengan masa pemeliharaan selama 365 hari.
Baca Juga: Tak Ajukan Perlawanan, Sujono Akui Terima Gratifikasi Proyek Fiber Optik Nganjuk
Melalui perbaikan ini, Pemkab Nganjuk berharap sanitasi dan kebersihan RPH dapat meningkat signifikan sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih maksimal.
"Semoga proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak," pungkas Kang Marhaen.