Radar Nganjuk - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Sembako untuk triwulan III 2026 terus berjalan.
Periode pencairan kali ini mencakup Juli hingga September 2026. Kementerian Sosial (Kemensos) menyebut penyaluran bantuan masih berlangsung dan ditargetkan dapat dituntaskan pada Agustus.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, hingga 9 Agustus 2026, bantuan PKH telah disalurkan kepada lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara bantuan pangan atau sembako telah diterima lebih dari 12 juta KPM.
Jumlah penerima tersebut masih dapat berubah karena proses penyaluran terus berjalan.
Lebih dari 18 Juta KPM Masuk Data Penerima
Untuk program Sembako, sebanyak 15.215.415 KPM dari periode sebelumnya masih melanjutkan penerimaan bantuan pada triwulan III. Sementara 3.043.419 KPM lainnya mengalami perubahan status.
Dengan demikian, total data penerima Program Sembako pada periode ini mencapai 18.258.834 KPM.
Sementara untuk PKH, terdapat 8.359.853 KPM dari triwulan II yang kembali menerima bantuan. Sebanyak 1.641.900 KPM lainnya mengalami perubahan status.
Total data penerima PKH pada triwulan III mencapai 10.001.753 KPM.
Perubahan data penerima bukan berarti seluruh bantuan langsung dihentikan. Kemensos melakukan pemutakhiran berdasarkan kondisi terbaru penerima.
Beberapa alasan perubahan status antara lain kenaikan desil, tidak lagi memenuhi kriteria, telah graduasi dari program, meninggal dunia, tidak ditemukan, mengundurkan diri, maupun alasan lainnya.
Ada pula penerima yang ditangguhkan setelah teridentifikasi memiliki transaksi terkait judi online.
Data Bansos Mengacu pada DTSEN
Penyaluran bansos saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala.
Laman resmi Cek Bansos Kemensos menjelaskan bahwa desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah variabel sosial ekonomi, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, hingga kepemilikan aset.
Karena kondisi ekonomi keluarga bisa berubah, posisi desil penerima juga dapat berubah.
Kemensos menyebut pemutakhiran data dilakukan untuk mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima bantuan, termasuk mereka yang sudah tidak memenuhi kriteria maupun keluarga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi belum masuk daftar.
Desil 1 sampai 4 Jadi Prioritas
Masyarakat yang ingin mengetahui posisi desilnya dapat melakukan pengecekan melalui laman resmi Kemensos.
Dalam sistem Cek Bansos, terdapat 10 kelompok desil. Desil 1 menunjukkan kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi.
Untuk program PKH dan Sembako, keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan.
Namun, berada di desil 1–4 tidak otomatis berarti seseorang pasti menerima bansos. Penetapan penerima tetap mengikuti kriteria dan proses verifikasi yang berlaku.
Cara Cek Penerima Bansos 2026
Masyarakat tidak perlu menunggu informasi dari pihak lain untuk mengetahui status penerima bansos. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Caranya cukup sederhana:
- Buka laman Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.
- Masukkan kode huruf atau captcha yang tersedia.
- Jika kode tidak terbaca, gunakan tombol untuk memuat ulang kode.
- Klik Cari Data.
- Sistem akan menampilkan informasi penerima berdasarkan data yang tersedia.
Laman resmi Kemensos menyatakan bahwa sumber data yang digunakan adalah DTSEN. Informasi mengenai desil juga ditampilkan dalam sistem tersebut.
Bagaimana Jika Desil Tidak Sesuai?
Posisi desil bukan angka yang bersifat permanen. Kemensos menjelaskan bahwa desil dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi keluarga.
Jika data yang muncul dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial. Pembaruan juga dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data sesuai kondisi sebenarnya. Setelah itu, data akan dihitung kembali secara berkala oleh BPS.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan data kependudukan dan kondisi keluarga selalu sesuai dengan keadaan terbaru.
Kapan Bansos Triwulan III 2026 Cair?
Untuk periode triwulan III, penyaluran bansos mencakup Juli, Agustus, dan September 2026.
Kemensos menyatakan penyaluran masih berlangsung pada Agustus. Artinya, penerima yang belum mendapatkan bantuan tidak serta-merta dinyatakan gagal menerima bansos.
Proses pencairan dapat berlangsung secara bertahap, sehingga waktu bantuan masuk ke rekening atau diterima melalui mekanisme penyaluran lainnya bisa berbeda antara satu daerah dan daerah lain.
Yang paling aman, masyarakat mengecek status penerima melalui kanal resmi Kemensos dan tidak mudah percaya pada informasi pencairan yang beredar di media sosial.
Jangan Berikan NIK kepada Sembarang Orang
Masyarakat juga perlu berhati-hati ketika melakukan pengecekan bansos. NIK merupakan data pribadi sehingga sebaiknya tidak diberikan kepada orang atau situs yang tidak jelas.
Untuk mengecek status bantuan, gunakan kanal resmi Kemensos. Jangan mengisi NIK, nomor KK, PIN, password, atau data perbankan melalui tautan yang dikirim oleh pihak tidak dikenal.
Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui status bansos sekaligus menjaga keamanan data pribadi.
Editor : Miko