Rehab Jembatan Sugihwaras Telan Rp 2,25 Miliar, Roda Empat Dilarang Melintas
NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Pemkab Nganjuk mulai melakukan rehabilitasi Jembatan Sugihwaras di Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon. Perbaikan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut saat musim hujan.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab Nganjuk menyiapkan anggaran Rp 2,25 miliar untuk pekerjaan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Onny Supriyono mengatakan, proses rehabilitasi jembatan sudah dimulai dan saat ini pengerjaannya terus dikebut.
“Prosesnya sudah dimulai,” ujarnya.
Jembatan Jadi Salah Satu Penyebab Banjir
Rehabilitasi Jembatan Sugihwaras tidak lepas dari persoalan banjir yang terjadi di kawasan tersebut. Tahun lalu, banjir sempat merendam puluhan hektare sawah milik warga.
Tanaman padi yang terendam selama berhari-hari membuat sejumlah petani mengalami gagal panen. Kerugian yang ditanggung pun mencapai puluhan juta rupiah.
Berdasarkan evaluasi, terdapat dua faktor yang membuat air sungai meluap. Salah satunya adalah ukuran jembatan yang dinilai terlalu sempit untuk menampung aliran air.
Kondisi tersebut semakin parah ketika debit sungai meningkat setelah hujan deras. Air yang tidak bisa mengalir dengan lancar akhirnya meluber ke area persawahan.
Karena itu, pelebaran jembatan dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperlancar aliran air.
Pengerjaan Ditarget Selesai Akhir Tahun
Untuk merehabilitasi jembatan tersebut, Pemkab Nganjuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,25 miliar.
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 150 hari kerja. Pemkab menargetkan proyek tersebut rampung sebelum akhir tahun.
“Perbaikan ditarget selesai sebelum akhir tahun,” tambah Onny.
Pantauan JP Radar Nganjuk di lokasi, puluhan pekerja masih terlihat melakukan pengerjaan. Hingga kemarin (9/8), pekerja fokus menggarap bagian abutment di kedua sisi jembatan.
Roda Empat Tak Boleh Melintas
Selama proses rehabilitasi berlangsung, akses kendaraan di sekitar jembatan juga dibatasi. Kendaraan roda empat maupun kendaraan yang lebih besar untuk sementara dilarang melintas.
Sementara itu, sepeda motor masih diperbolehkan melewati jalur tersebut.
Namun, pengendara roda dua tetap harus ekstra hati-hati. Sebab, akses sementara yang disediakan berada di atas jembatan darurat yang dibuat menggunakan material kayu dan bambu.
Jembatan darurat tersebut berada di sebelah selatan jembatan utama yang saat ini sedang direhabilitasi.
Lebarnya yang terbatas membuat pengendara sepeda motor harus melintas secara bergantian. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri ketika kondisi jalur sedang ramai.
Pasalnya, kondisi jembatan darurat yang sederhana membuat risiko pengendara terjatuh tetap ada apabila tidak berhati-hati.
(wib/tyo)
Editor : Dedi Nurhamsyah