Gunung Kelud Catat 7 Gempa Tektonik Jauh, Apakah Berbahaya?
KEDIRI – Aktivitas kegempaan Gunung Kelud kembali menjadi perhatian. Dalam laporan pengamatan pada 9 Agustus 2026 pukul 00.00-24.00 WIB, Pos Pengamatan Gunung Api Kelud mencatat tujuh kali gempa tektonik jauh.
Gempa tersebut memiliki amplitudo 1,5-8 milimeter. Sementara waktu S-P tercatat antara 10,84-30,12 detik dengan durasi gempa 33-256 detik.
Jumlah gempa tersebut memang menjadi salah satu catatan dalam laporan aktivitas Gunung Kelud. Namun, apakah tujuh gempa dalam sehari berarti aktivitas gunung api sedang meningkat?
Belum tentu.
Sebab, seluruh gempa yang tercatat dalam laporan tersebut masuk kategori gempa tektonik jauh.
Gempa Tektonik Jauh Bukan Berarti Gunung Mau Erupsi
Gempa tektonik jauh pada dasarnya berkaitan dengan aktivitas tektonik yang sumbernya berada cukup jauh dari tubuh gunung api.
Getarannya tetap dapat terekam oleh peralatan pemantauan Gunung Kelud karena instrumen seismik memang dirancang untuk mendeteksi pergerakan tanah dengan sangat sensitif.
Karena itu, kemunculan beberapa gempa tektonik jauh dalam satu periode pengamatan tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda Gunung Kelud akan mengalami erupsi.
Untuk mengetahui apakah aktivitas vulkanik benar-benar meningkat, petugas perlu melihat lebih banyak parameter.
Di antaranya jenis dan pola kegempaan, perubahan kondisi kawah, pengamatan visual, suhu, maupun indikator vulkanik lainnya.
Kondisi Gunung Kelud Masih Normal
Dalam laporan pengamatan 9 Agustus, tidak hanya data kegempaan yang dicatat.
Secara visual, kondisi Gunung Kelud masih dapat teramati dengan jelas. Tidak terlihat asap kawah.
Sementara bualan air di tengah danau kawah hanya teramati samar-samar.
Suhu air danau kawah tercatat 29,16 derajat Celsius.
Yang juga penting, status Gunung Kelud masih berada pada Level I atau Normal.
Artinya, berdasarkan data pengamatan tersebut, belum ada perubahan status aktivitas Gunung Kelud yang perlu membuat masyarakat panik.
Warga Tetap Diminta Waspada
Meski status Gunung Kelud masih Normal, masyarakat tetap perlu mengikuti informasi dari pihak berwenang.
Gunung Kelud merupakan gunung api aktif sehingga aktivitasnya terus dipantau oleh petugas.
PVMBG masih merekomendasikan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.
Masyarakat, termasuk para penambang, juga diminta mewaspadai potensi lahar di sepanjang sungai yang berhulu di kawasan puncak Kelud.
Jadi, tujuh gempa tektonik jauh memang tercatat dalam satu hari pengamatan. Namun, data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Kelud.
Perkembangan kegempaan dan kondisi gunung tetap perlu dipantau dari waktu ke waktu. Jika terdapat perubahan signifikan, informasi resmi dari petugas menjadi rujukan utama bagi masyarakat.
Editor : Miko