NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Pencari ikan di Kabupaten Nganjuk sedang gelisah. Pendapatan mencari ikan terus anjlok sejak beberapa bulan terakhir. Alasannya? Ikan pembersih kaca atau sapu-sapu mulai menyerang sungai-sungai di Kabupaten Nganjuk.
Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Tono, 45, pencari ikan di Waduk Mbaduk yang berada di Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom. Dia mengaku, sejak lima tahun terakhir, hama ikan sapu-sapu mulai naik. Hingga puncaknya terjadi di bulan ini.
“Ikan sapu-sapu sudah sangat banyak. Sudah tidak terkendali,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Baca Juga: Ikan Wader Jadi Buruan Warga Luar Kota
Tono menceritakan, sebelum ikan sapu-sapu menyerang, dirinya bisa mendapat ikan sebanyak 20 hingga 40 kilogram (Kg) per hari.
Namun sejak beberapa bulan terakhir, jumlahnya terus berkurang. Tidak tanggung-tanggung, jumlah yang didapat oleh Tono dan pencari ikan lainnya bisa berkurang hingga 50 persen lebih.
“Dulu yang didapat bisa nila, tawes, gabus, dan lainnya. Sekarang mayoritas dapat ikan sapu-sapu,” tambahnya sembari mengatakan dirinya mencari ikan dengan cara menjaring.
Baca Juga: Cara Tepat Memilih Ikan Segar, Dijamin Daging Manis dan Bebas Bau Amis
Apesnya ikan sapu-sapu tidak memiliki nilai ekonomis. Ikan tersebut tidak bisa dijual. Alasannya karena ikan berwarna hitam itu tidak bisa dimakan.
Selain karena dagingnya tidak enak, ikan tersebut juga memiliki kulit yang sangat keras. Ditambah ikan tersebut juga dianggap beracun bagi sebagian orang.
Tentu, Tono dan puluhan pencari ikan tidak diam begitu saja. Saat mendapat ikan sapu-sapu, ikan tersebut akan dikumpulkan. Selanjutnya ikan akan dibunuh dan dibakar.
“Ikannya harus dibunuh. Kalau didiamkan di darat, nanti ikannya bisa kembali ke sungai meski sudah berjam-jam di darat,” imbuhnya.
Baca Juga: Warga Berebut Ikan di Pladu Sungai Baduk Nganjuk
Tono berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah terkait pemberantasan ikan sapu-sapu. Karena diketahui hama ikan sapu-sapu tidak hanya ada di Waduk Mbaduk.
Melainkan sudah ada di banyak sungai-sungai di Kabupaten Nganjuk. Bahkan, akibat kondisi itu, Tono khawatir persebaran ikan lokal akan terus berkurang. “Daerah Tanjunganom dan Kertosono itu sudah banyak hama ikan sapu-sapu,” ujarnya.
Editor : rekian