NGANJUK, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Kepala SMPN 1 Nganjuk Winarsih memiliki cara unik untuk menjalin kekompakan antar guru. Yaitu, dengan program Kaveling Surga. Program tersebut mengajak para guru di SMPN 1 Nganjuk untuk bersedekah kepada murid yang tidak mampu.
Sejak 2020, Winarsih resmi menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Nganjuk. Sejak menjabat, perempuan yang berdomisili di Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor itu langsung membawa banyak program yang bermanfaat untuk sekolah. Salah satunya yakni program Kaveling Surga.
Baca Juga: Semarak Tahun Baru Islam, Guru Dan Siswa SMPN 7 Nganjuk Antusias Ikut Gerakan Nganjuk Mengaji
Apa itu program Kaveling Surga? “Program Kaveling Surga itu adalah program sedekah yang dilakukan oleh guru kepada siswa yang kurang mampu,” ujar Winarsih saat ditemui di SMPN 1 Nganjuk lalu.
Winarsih menceritakan, setiap tahun ajaran baru, ada sekitar 20 hingga 40 siswa kurang mampu yang bersekolah di SMPN 1 Nganjuk.
Siswa-siswa tersebut selalu kesulitan ketika hendak memulai tahun ajaran baru. Salah satunya terkait keterbatasan untuk membeli seragam hingga alat tulis.
Baca Juga: Mengenal Mariati, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Nganjuk
Nah, menurut Winarsih, siswa-siswa kurang mampu tersebut menjadi tanggung jawab dari seluruh guru di sekolah. Sebagai bentuk tanggung jawab, seluruh guru harus mencukupi kebutuhan dari siswa kurang mampu tersebut. Mulai dari membelikan seragam, alat tulis, hingga kebutuhan yang lainnya.
Untuk mencukupi itu, setiap pekan, guru wajib bersedekah. Nominalnya tidak ditentukan. Murni dari keikhlasan masing-masing guru. Nantinya uang tersebut akan dikumpulkan dan dihitung bersama-sama. Hingga selanjutnya akan dibelikan seragam hingga alat tulis untuk siswa.
Baca Juga: Plt Kacabdin Nganjuk Iwan Triyono Minta Kepala Sekolah Profesional
“Sedekah ini yang nantinya akan menjadi bekal guru-guru di surga. Makannya namanya Kaveling Surga,” tambah perempuan yang saat ini berusia 58 tahun itu.
Lebih lanjut, menurut Winarsih, program tersebut memiliki tujuan baik. Tujuan utamanya tentu untuk mencukupi kebutuhan siswa yang kurang mampu. Namun, lebih dari itu, program tersebut juga ditujukan untuk menjaga kekompakan para guru.
Baca Juga: Heboh! Dana PIP Siswa SMAN 7 Cirebon Diduga Dikorupsi, Kepala Sekolah Ikut Terlibat
“Guru diajari untuk berempati dan bersimpati kepada para siswa yang kurang mampu. Karena itu memang tanggung jawab kami semuanya,” tandasnya.
Hasilnya, dari program tersebut, banyak siswa yang terbantu. Malahan, menurut Winarsih, para siswa tersebut termotivasi untuk jadi siswa yang lebih baik. Alhasil prestasi yang diraih dapat lebih baik lagi.
Baca Juga: Pelajar Nganjuk Kecanduan Sleep Call! Kepala Sekolah Beberkan Ciri dan Cara Ampuh Mengatasinya
“Siswa yang dibantu itu sangat senang. Bahkan bertahun-tahun kemudian, mereka akan tetap ingat guru dan sekolah yang sudah membantu,” pungkasnya.
Editor : rekian