NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Sekolah Rakyat (SR) Nganjuk memiliki banyak persoalan. Pertama, SR belum beroperasi karena hingga kemarin (23/8), sekolah yang berada di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang itu belum selesai dibangun. Kedua, SR juga masih kekurangan murid.
Plt Kepala Sekolah Rakyat Nganjuk Iqbal Tawakal mengatakan, dari data terakhir, SR Nganjuk masih kekurangan siswa untuk tingkat sekolah dasar (SD). “Kami masih kekurangan siswa,” ujarnya.
Baca Juga: KBM Belum Mulai karena Pembangunan Molor, Auditor BPKP Jatim Sidak Sekolah Rakyat Nganjuk
Iqbal menjelaskan, kuota untuk jenjang SD adalah 90 kursi. Sayangnya, hingga kemarin, jumlah siswa untuk jenjang tersebut masih 18 siswa. Artinya SR Nganjuk harus mencari sebanyak 72 calon siswa SD hingga akhir bulan mendatang.
Tentu hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang cukup sulit. Terlebih, saat ini, sudah banyak anak si usia sekolah yang sudah bersekolah. Karena memang tahun ajaran baru sudah dimulai sejak Juli lalu.
Baca Juga: Gedung Belum Rampung, KBM Sekolah Rakyat Nganjuk Belum Bisa Dimulai
Untuk mengatasi masalah itu, Iqbal mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.
Dengan tujuan untuk mencari kekurangan siswa di tingkat SD. “Semoga kuota siswa SD dapat terpenuhi,” tambahnya sembari mengatakan calon siswa SR berasal dari desil 1 hingga 2.
Lalu bagaimana dengan tingkat SMP dan SMA? Menanggapi pertanyaan itu, Iqbal mengatakan kuota untuk SMP dan SMA sudah terpenuhi sejak beberapa waktu lalu. Puluhan siswa dari dua jenjang tersebut juga sudah mengikuti pra-MPLS.
Baca Juga: Dugaan Skandal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat: KPK Mulai Bidik Kemensos
Rencananya, seluruh siswa tersebut akan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam waktu dekat. Antara pekan ini atau pekan depan. “Harapannya KBM sudah bisa sebelum 31 Agustus,” tandasnya.
Perlu diketahui, SR Nganjuk belum bisa beroperasi saat ini. Penyebabnya karena proses pembangunan ruang kelas yang belum rampung. Padahal tahun ajaran baru sudah dimulai sejak Juli lalu.
Sebagai gantinya, kegiatan siswa dialihkan di Pendapa KRT Sosrokoesoemo. Yakni, pra-MPLS yang berlangsung selama satu hari per pekannya.
Editor : Karen Wibi