Kontraktor Berebut Proyek Pasar Baru Sukomoro

Karen Wibi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:17 WIB
MAGNET NGANJUK: Pedagang bawang merah di Pasar Baru Sukomoro menata dagangannya kemarin. Proyek senilai Rp 507 juta untuk Pasar Baru Sukomoro jadi rebutan puluhan kontraktor di bulan ini. (karen wibi/jprk)
MAGNET NGANJUK: Pedagang bawang merah di Pasar Baru Sukomoro menata dagangannya kemarin. Proyek senilai Rp 507 juta untuk Pasar Baru Sukomoro jadi rebutan puluhan kontraktor di bulan ini. (karen wibi/jprk)

 

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Puluhan kontraktor berebut proyek perbaikan Pasar Baru Sukomoro. Hal itu terlihat saat proses lelang. Total tercatat 28 kontraktor yang berebut untuk mengerjakan perbaikan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk tersebut.

Dari informasi yang dihimpun koran ini, proses lelang proyek perbaikan Pasar Sukomoro berlangsung secara terbuka. Kontraktor dari seluruh Indonesia bisa melakukan lelang melalui website milik Pemkab Nganjuk.

Sedangkan hingga siang kemarin, di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Nganjuk, sudah ada 28 kontraktor yang mengikuti lelang. Tujuh diantaranya sudah mengajukan harga untuk mengerjakan proyek tersebut. “Saat ini proses perbaikan Pasar Sukomoro sedang memasuki masa lelang,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)

Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih kepada wartawan koran ini. Handariningsih berujar, proyek harus memasuki proses lelang. Alasan utamanya karena nilai proyek yang lebih dari Rp 200 juta. Karena diketahui, dalam proyek perbaikan Pasar Sukomoro, Pemkab Nganjuk menggelontorkan anggaran hingga Rp 507 juta. 

Rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk menambahkan jumlah bidak bagi pedagang. Selain itu anggaran tersebut juga akan digunakan untuk perbaikan toilet di pasar. Handariningsih berharap, proses lelang dapat segera rampung. Dengan itu proses pengerjaan perbaikan pasar dapat segera dilakukan dalam waktu dekat. “Jika tidak molor, proses pengerjaan bisa dilakukan di minggu ketiga  September,” tambahnya.

Dengan perbaikan Pasar Baru Sukomoro, Handariningsih berharap,  ikon Kabupaten Nganjuk itu dapat lebih tertata dan rapi. Dengan kondisi tersebut, menurut Handariningsih, pasar dapat menarik lebih banyak pedagang dan pembeli. “Kondisi tersebut akan berbanding lurus dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nganjuk,” tandasnya.

Sementara itu, Fatimah, 40, salah satu pedagang di Pasar Sukomoro mengaku senang dengan rencana yang dilakukan oleh Pemkab Nganjuk. Menurutnya, perbaikan tersebut bisa membawa daya tarik kepada pelanggan baru. “Kalau pasarnya bagus, pasti banyak yang datang ke sini,” ujarnya sembari mengatakan hal itu juga akan meningkatkan pendapatannya sebagai penjual bawang merah. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
pasar baru sukomoro renovasi bawang merah pasar sukomoro Perbaikan