Pabrik Speaker di Lengkong Nganjuk Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp10 Miliar

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 10:24 WIB
Petugas damkarmat berusaha memadamkan api yang membakar pabrik. (novanda nirwana/jprk)
Petugas damkarmat berusaha memadamkan api yang membakar pabrik. (novanda nirwana/jprk)

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran hebat melanda pabrik speaker aktif CV Sinar Baja Elektrik di Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Nganjuk, Kamis (18/9) pagi.

Api yang muncul sekitar pukul 06.00 tersebut membakar bagian produksi dan gudang penyimpanan produk jadi. Kerugian sementara akibat kejadian itu diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.

Kobaran api terlihat membesar dari dalam area pabrik. Asap hitam tebal juga membubung dari atas bangunan hingga menarik perhatian warga sekitar.

Besarnya kebakaran membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mengerahkan enam unit mobil pemadam.

Dua armada berasal dari Markas Komando Damkarmat Nganjuk. Sementara empat unit lainnya masing-masing didatangkan dari Pos Rejoso, Pos Lengkong, Pos Tanjunganom, dan Pos Pace.

"Sebanyak 45 personel diterjunkan untuk melakukan pemadaman," ujar Sekretaris Damkarmat Kabupaten Nganjuk Ardiansyah Winardi.

Delapan Jam Berjibaku Padamkan Api

Petugas langsung melakukan penyemprotan air ke sejumlah titik yang terbakar. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api membakar material yang berada di area produksi dan gudang.

Pasokan air juga menjadi bagian penting selama proses pemadaman. Armada Damkarmat beberapa kali harus mengambil dan mengisi air untuk kembali melanjutkan penyemprotan.

Setelah sekitar delapan jam, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan. Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Ardiansyah mengatakan, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi perusahaan untuk memastikan ketersediaan sarana pemadam kebakaran di lingkungan pabrik.

"Harapannya perusahaan memiliki alat pemadam yang cukup," paparnya.

Menurutnya, keberadaan peralatan pemadam yang memadai dapat membantu penanganan awal apabila terjadi kebakaran sebelum api membesar.

Karyawan Dipulangkan

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Para karyawan yang sebelumnya hendak masuk kerja langsung dipulangkan untuk menghindari risiko keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

Sementara mengenai penyebab kebakaran, informasi awal menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan penyebab kebakaran.

"Kerugian secara keseluruhan yang masih dalam proses pendataan dan penyelidikan," ujar Ardiansyah.

Petugas Damkarmat memastikan proses pemadaman dan pendinginan dilakukan sampai kondisi lokasi dinyatakan aman.

Produk Jadi Ikut Terbakar

Besarnya kerugian terutama berasal dari produk speaker yang telah selesai diproduksi dan tersimpan di dalam gudang.

Edi, HRD CV Sinar Baja Elektrik, mengatakan nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.

Angka tersebut belum mencakup seluruh kerugian lain, seperti bangunan dan sejumlah barang yang berada di area pabrik.

"Perkiraan kerugian sekitar Rp10 miliar, barang yang sudah jadi belum termasuk lain-lain," pungkasnya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi serta penyebab kebakaran yang menghanguskan bagian produksi dan gudang pabrik tersebut.

 

Editor : Miko
kebakaran pabrik Nganjuk pabrik speaker Lengkong kebakaran Lengkong Nganjuk CV Sinar Baja Elektrik damkarmat nganjuk