NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Petugas Rutan Kelas IIB Nganjuk menemukan enam tongkat kayu di kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat menggelar razia gabungan, Selasa (22/9) malam. Selain itu, petugas mengamankan sejumlah barang lain dari delapan kamar yang diperiksa.
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk Arief Budi Prasetya mengatakan razia gabungan dan tes urine merupakan bagian dari upaya deteksi dini gangguan kamtib. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, dan BNNK Nganjuk.
“Kami turut menggandeng TNI, Polres Nganjuk, dan BNNK Nganjuk untuk memastikan Rutan Nganjuk tetap aman dan kondusif,” ujar Arief.
Menurut Arief, pengawasan dan pemeriksaan akan dilakukan secara konsisten untuk mencegah masuk dan beredarnya narkotika maupun barang-barang yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan rutan.
Sebanyak delapan kamar menjadi fokus pemeriksaan dalam razia kali ini. Petugas memeriksa setiap sudut ruangan secara detail, termasuk tempat tidur, lemari, hingga barang-barang kecil yang berpotensi disalahgunakan.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Nganjuk Hadi Prabowo mengatakan, razia dilakukan sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
“Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 14 jenis barang,” papar Prabowo.
Di antaranya enam tongkat kayu, satu gelas stainless, uang tunai Rp11 ribu, dua set kartu remi, tiga baterai, dan lima sendok besi. Kemudian, 16 korek api, dua jepitan besi, satu spidol, sembilan pulpen, satu potongan kuku, delapan botol kaca, lima alat cukur kumis, serta delapan pak kertas rokok.
Menurut Prabowo, barang-barang tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian karena berpotensi disalahgunakan oleh warga binaan. Karena itu, pemeriksaan rutin akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental.
“Tujuannya semata-mata sebagai langkah pengamanan untuk memastikan situasi di rutan tetap aman dan tertib,” paparnya.
Selain razia kamar, petugas juga melakukan tes urine terhadap WBP secara acak. Sebanyak 30 sampel urine diperiksa untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika.
“Hasilnya negatif semua,” jelasnya.
Dalam razia kali ini tidak ditemukan telepon seluler maupun narkotika dalam kegiatan tersebut. Pihak rutan memastikan komitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum guna mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari barang-barang terlarang. (nov)