Rusak Parah, Ratusan SDN dan SMPN di Nganjuk Terima Bantuan Revitalisasi

Karen Wibi • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 03:42 WIB
salah satu kepala sekolah yang enggan dikorankan mengaku saat ini perbaikan sekolah telah dilakukan dengan menggunakan program revitalisasi. (karen wibi/jprk).
salah satu kepala sekolah yang enggan dikorankan mengaku saat ini perbaikan sekolah telah dilakukan dengan menggunakan program revitalisasi. (karen wibi/jprk).

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com- Ratusan sekolah di Kabupaten Nganjuk rusak parah. Sekolah tersebut tersebar di 20 kecamatan di Kota Angin. Mulai jenjang SDN hingga SMPN.

“Ada sekitar 200 sekolah yang butuh perbaikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto. 

Karena kondisi bangunan tidak layak, Disdik Nganjuk mengajukan permohonan bantuan revitalisasi ke pemerintah pusat. Hasilnya, pemerintah pusat bersedia memberikan bantuan revitalisasi.

Namun, untuk saat ini tidak semua sekolah mendapat bantuan. Ada puluhan yang belum mendapatkan. “Yang mendapatkan sekitar 160 sekolah,” ujar Puguh. 

Program revitalisasi atau perbaikan itu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sebelum mendapat bantuan, sekolah yang mengajukan permohonan bantuan akan diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.

“Verifikasi langsung dilakukan oleh pusat. Jika layak direvitalisasi, maka akan direvitalisasi. Jika tidak, maka ya tidak,” ungkap mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Nganjuk itu.

Saat ini, menurut Puguh, proses verifikasi masih terus berlangsung. Karena ada sekitar 40 sekolah yang belum jelas apakah akan diberi bantuan revitalisasi atau tidak.

Sesuai jadwal, proses verifikasi tersebut akan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang. Namun dari pengalaman tahun lalu, verifikasi dapat i lebih cepat dibanding dengan jadwal yang ditentukan.

“Tahun kemarin itu pertengahan Oktober sudah klir semua,” ujarnya.

Jika disetujui, Disdik Nganjuk dan pihak sekolah akan mengadakan bimbingan teknik (bimtek) terkait revitalisasi. Bimtek tersebut ditujukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berlangsung dengan lancar selama proses revitalisasi berlangsung.

Kini, Disdik Nganjuk tengah menunggu kabar dari Kemendikdasmen RI. Namun besar harapan proses revitalisasi dapat dilakukan untuk sekolah yang diajukan oleh Disdik Nganjuk.

Karena Puguh percaya, dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang baik, maka kualitas pendidikan juga akan meningkat.

Namun, jika ada sekolah yang tidak terverifikasi, Puguh memastikan sekolah tersebut memiliki kemungkinan untuk tetap direvitalisasi. Bukan menggunakan APBN, melainkan meng­gunakan APBD di tahun anggaran yang akan datang. “Semoga semua dapat disetujui oleh pemerintah pusat,” harapnya. 

Sementara itu, salah satu kepala sekolah yang enggan dikorankan mengaku saat ini perbaikan sekolah telah dilakukan dengan menggunakan program revitalisasi.

Dia mengaku sangat bersyukur. “Sekolah ini memang rusak parah. Tahun ini baru dapat bantuan revitalisasi,” ujarnya.

Editor : rekian
Ratusan SDN dan SMPN Kota Angin Rusak Parah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto. Program revitalisasi Kemendikdasmen RI Kabupaten Nganjuk