NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Sebanyak 163 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk belum beroperasi. Kondisi itu membuat para manajer yang telah mengikuti pelatihan belum bisa langsung menjalankan tugasnya.
Hingga kemarin (27/9), pemerintah pusat melalui Agrinas baru mengumumkan penempatan para manajer KDMP di seluruh Indonesia.
Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Kabupaten Nganjuk Mashuri mengatakan, para manajer yang telah mengikuti pelatihan kini sudah bisa mengecek lokasi penempatan masing-masing.
“Para manajer yang sudah melakukan pelatihan bisa melihat pengumuman untuk penempatan,” ujarnya.
Pengumuman tersebut dilakukan Agrinas. Para manajer dapat melihat lokasi penempatan melalui laman simkopdes.go.id. Informasi yang tersedia tidak hanya mengenai lokasi tugas, tetapi juga ketentuan terkait gaji manajer.
163 KDMP di Nganjuk Belum Beroperasi
Penempatan manajer diharapkan menjadi salah satu tahapan untuk mempercepat operasional KDMP di Kabupaten Nganjuk.
Dari total 284 KDMP yang ada di Nganjuk, baru 121 koperasi yang telah beroperasi. Dengan demikian, masih terdapat 163 KDMP yang belum menjalankan kegiatan operasional.
Mashuri menyebut persoalan bangunan tidak lagi menjadi kendala. Sebab, seluruh bangunan KDMP di Kabupaten Nganjuk telah selesai dibangun.
“Beruntung seluruh bangunan KDMP sudah terbangun secara keseluruhan,” tambahnya.
Menurut informasi Agrinas, para manajer akan mulai bertugas dalam waktu dekat. Pemerintah menargetkan seluruh KDMP di Indonesia dapat beroperasi pada Oktober mendatang.
“Pemerintah daerah siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” imbuhnya.
Pemkab Nganjuk Berharap KDMP Segera Berjalan
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyambut baik rencana penempatan para manajer KDMP tersebut.
Menurutnya, keberadaan manajer di masing-masing koperasi diharapkan membuat KDMP yang belum beroperasi dapat segera digunakan.
Terlebih, Kabupaten Nganjuk saat ini disebut menjadi daerah dengan jumlah transaksi tertinggi di antara KDMP di Indonesia. Marhaen berharap capaian tersebut dapat dipertahankan setelah seluruh koperasi mulai beroperasi.
“Semoga saja produk-produk dari Nganjuk dapat lebih dikenal dengan adanya KDMP ini,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Miko