Menanti Kabar Warmin, Korban KM Virgo Transport 8 Asal Nganjuk

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 14:11 WIB
MENUNGGU KEAJAIBAN: Sri Wahyuni, istri Warmin percaya suaminya masih hidup. (novanda nirwana/jprk)
MENUNGGU KEAJAIBAN: Sri Wahyuni, istri Warmin percaya suaminya masih hidup. (novanda nirwana/jprk)

Istri Yakin Suaminya Masih Hidup, Tak Gelar Tahlil

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Tatapan Sri Wahyuni sesekali mengarah ke halaman rumah. Perempuan 35 tahun itu lebih banyak diam di ruang tamu. Seperti masih menunggu seseorang datang dari arah depan rumah.

Orang yang ditunggunya adalah Warmin, 41, suaminya.

Sejak menerima kabar KM Virgo Transport 8 mengalami musibah di Perairan Laut Jawa, rumah Sri di Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, Nganjuk, dipenuhi penantian.

Warmin merupakan salah satu penumpang kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui.

Namun, Sri memilih tetap percaya suaminya masih hidup.

“Saya yakin suami saya masih selamat dan bisa pulang,” ujar Sri.

Tak Gelar Tahlil, Masih Menunggu Suami Pulang

Keyakinan tersebut membuat keluarga belum menggelar tahlil maupun selamatan untuk Warmin.

Bagi Sri, suaminya belum pergi. Karena itu, dia masih menunggu kabar baik dan berharap Warmin bisa kembali ke rumah.

Kakak Warmin bahkan masih berada di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, untuk mengikuti perkembangan pencarian.

Kabar musibah kapal tersebut awalnya justru diterima Sri dari keluarga Warmin yang berada di Kalimantan.

Sebelum berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Warmin sempat menelepon istrinya.

Dalam percakapan itu, Warmin memberi tahu bahwa kapal akan segera berangkat. Dia juga mengatakan kemungkinan sulit berkomunikasi karena kapal berada di tengah laut dan tidak mendapatkan sinyal.

“Suami sempat telepon kalau kapal mau berangkat dan akan tidak ada sinyal. Setelah itu saya tidak mendapat pesan lagi,” ungkap Sri.

Berangkat ke Kalimantan Membawa Kol dan Singkong

Perjalanan Warmin ke Kalimantan kali ini sebenarnya membawa harapan baru bagi keluarganya.

Setelah sekitar enam tahun merantau dan bekerja sebagai sopir di salah satu perusahaan, Warmin ingin mencoba usaha sendiri.

Dia berencana berjualan sayuran di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Awal September lalu, Warmin dan Sri sempat pulang ke Nganjuk. Keduanya tiba di kampung halaman pada Jumat (11/9).

Namun, sehari kemudian Warmin harus kembali berangkat ke Kalimantan.

Pada Sabtu (12/9) siang, dia meninggalkan Nganjuk menggunakan pikap miliknya.

Kali ini, pikap tersebut tidak hanya dipakai untuk perjalanan. Warmin membawa muatan kol dan singkong yang rencananya akan dijual di Palangka Raya.

“Impian suami saya menjalankan usaha menjual sayuran. Dia baru memulainya saat itu. Sayuran yang dibawa kol dan singkong,” kata Sri.

Dari Surabaya, Warmin kemudian menaiki KM Virgo Transport 8 dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Setelah tiba di Banjarmasin, perjalanan rencananya dilanjutkan menuju Palangka Raya.

Namun, rencana tersebut terhenti setelah kapal yang ditumpanginya mengalami musibah di tengah laut.

Sri Masih Menunggu di Rumah

Kini, Sri hanya bisa menunggu kabar tentang suaminya.

Di rumah, dia bersama dua anaknya, Bima Wahyu Bagus Samudra, 15, dan Najia Wahyu Rizhan Hasrina, 5, tetap menjalani aktivitas sehari-hari.

Tidak terlihat suasana berkabung di rumah tersebut.

Bukan karena keluarga tidak merasa kehilangan. Sri hanya belum menganggap Warmin telah pergi.

Dia masih percaya suaminya selamat dan suatu hari akan kembali melewati pintu rumah.

Sesekali pandangan Sri kembali tertuju ke halaman. Air matanya tampak menggenang.

Namun, keyakinannya tidak berubah.

“Suami saya sosok pekerja keras. Dia juga baik kepada kami. Saya yakin suami selamat,” pungkasnya. (tyo)

Editor : Miko
KM Virgo Transport 8 Warmin Nganjuk korban KM Virgo Transport 8 kapal tenggelam nganjuk