Listrik Sering Drop, Warga Ngepeh Nganjuk Protes PLN

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 15:22 WIB
Indikator voltase listrik di rumah warga Dusun Brekbah, Desa Ngepeh, Loceret, Nganjuk, menunjukkan angka 235 Volt (kondisi normal). Warga setempat mengeluhkan tegangan yang kerap anjlok akibat beban pompa pengairan sawah.
Indikator voltase listrik di rumah warga Dusun Brekbah, Desa Ngepeh, Loceret, Nganjuk, menunjukkan angka 235 Volt (kondisi normal). Warga setempat mengeluhkan tegangan yang kerap anjlok akibat beban pompa pengairan sawah.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Dusun Brekbah, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret protes ke PLN Nganjuk. Karena dalam tiga bulan terakhir, warga mengaku kerap mengalami penurunan voltase, terutama ketika pompa listrik untuk pengairan sawah mulai digunakan.

Kondisi tersebut dirasakan sedikitnya oleh 17 kepala keluarga. Penurunan tegangan tidak terjadi pada waktu yang sama setiap hari. Namun, warga menyebut voltase hampir pasti turun ketika pompa untuk mengairi sawah dinyalakan.

Imam Nawawi, 23, warga Dusun Brekbah, mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari tiga bulan. Penurunan voltase terakhir bahkan kembali dirasakan warga pada kemarin malam.

“Sudah tiga bulan lebih ini voltase turun,” ujar Imam.

Menurut Imam, penurunan voltase memang tidak berlangsung terus-menerus. Biasanya, kondisi tersebut muncul ketika pompa pengairan sawah mulai beroperasi.

“Tidak tentu turunnya itu. Pokok pas pengairan sawah nyala itu pasti voltase turun,” katanya.

Penggunaan pompa listrik tersebut berkaitan dengan kebutuhan pengairan lahan pertanian. Sebelumnya, pengairan sawah di kawasan tersebut lebih banyak menggunakan mesin berbahan bakar solar.

Namun, kini sebagian petani memanfaatkan listrik untuk mengoperasikan pompa air.

Surat
Surat keluhan warga Ngepeh

Peralatan Elektronik Warga Ikut Rusak

Akibat tegangan listrik yang turun, warga khawatir peralatan elektronik di rumah ikut terdampak. Imam menyebut sudah ada sejumlah peralatan elektronik milik warga yang mengalami kerusakan.

“Ada juga pompa air dan kulkasnya rusak gara-gara voltase turun ini,” ungkapnya.

Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan. Sebab, penggunaan pompa untuk pengairan sawah masih dibutuhkan, sementara di sisi lain warga juga harus menggunakan listrik untuk kebutuhan rumah tangga.

Penurunan voltase juga membuat warga harus lebih waspada saat menyalakan peralatan elektronik. Terlebih, waktu terjadinya gangguan tidak selalu dapat dipastikan.

PLN Nganjuk Janji Tindak Lanjuti Keluhan

Keluhan tersebut juga telah disampaikan di media sosial. Surat dari Pemerintah Desa Ngepeh ke PLN juga diunggah di medsos.

Melalui kolom komentar akun Instagram PLN turut berkomentar. Dalam tanggapannya, pihak PLN menyatakan akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut dalam satu minggu ke depan. (nov/tyo)

Editor : Miko
pln nganjuk Desa Ngepeh voltase listrik gangguan listrik nganjuk