NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kepala SMPN 1 Nganjuk, Winarsih, memiliki pendekatan inspiratif dalam meringankan beban para peserta didiknya yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Lewat inovasi bertajuk program ‘Kapling Surga’, Winarsih bersama jajaran tenaga pendidik berhasil menyalurkan bantuan rutin bagi puluhan murid kurang mampu di lingkungan sekolah.
"Setiap minggunya, guru-guru di SMPN 1 Nganjuk menyisihkan sebagian gajinya untuk membantu anak-anak yang membutuhkan," ungkap Winarsih.
Patungan Rutin Tiap Pekan untuk Perlengkapan Belajar
Program kepedulian sosial ini telah bergulir konsisten sejak Winarsih dipercaya mengemban amanah sebagai nakhoda SMPN 1 Nganjuk.
Secara berkelanjutan setiap pekan, para guru sukarela bersedekah mengumpulkan dana kolektif. Kas yang terkumpul kemudian dialokasikan langsung sesuai kebutuhan riil siswa yang telah diverifikasi.
Bantuan disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari pengadaan buku pelajaran, seragam sekolah layak, hingga subsidi uang saku harian.
"Anak-anak sangat terbantu dengan adanya Kapling Surga ini. Ketika fasilitas dasar mereka tercukupi, mereka bisa belajar lebih fokus dan prestasinya pun ikut terdongkrak," jelasnya.
Kejujuran Siswa: Kumpulkan Uang Temuan hingga Rp 4 Juta
Menariknya, sumber pendanaan Kapling Surga tidak semata-mata bersumber dari kantong pribadi para dewan guru.
Winarsih menanamkan pendidikan karakter kejujuran yang kuat kepada seluruh siswa. Setiap murid yang menemukan uang tercecer di area sekolah diwajibkan menyerahkannya ke ruang guru.
Uang tersebut awalnya akan diumumkan dan disimpan. Jika dalam kurun waktu tertentu tidak ada pemilik yang mengklaim, dana tersebut dialihkan menjadi sedekah untuk program Kapling Surga.
"Dari beberapa waktu terakhir, total uang temuan yang diserahkan anak-anak mencapai Rp 4 juta," pungkas Winarsih sembari mengapresiasi integritas para siswanya yang pantang mengambil barang milik orang lain.
(wib/tyo)
Editor : Miko