Rumpun Bambu di Tanjunganom Nganjuk Terbakar, Damkar Padamkan Dua Jam

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 15:41 WIB
Petugas kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.  (novanda nirwana/jprk).
Petugas kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. (novanda nirwana/jprk).

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Desa Patran, Kecamatan Tanjunganom, mendadak gempar pada Rabu (30/9) malam.

Sebuah rumpun bambu milik Seger (63), warga setempat, ludes dilalap si jago merah. Kobaran api yang kian membesar dan menjalar cepat sempat memicu kekhawatiran meluas ke permukiman di sekitarnya.

Laporan insiden kebakaran tersebut diterima jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 22.06 WIB.

Dua Jam Lebih Petugas Damkar Berjibaku di Lokasi

Mendapat sinyal darurat, regu piket Pos Damkarmat Tanjunganom langsung bergegas meluncur ke lokasi kejadian.

Setibanya armada di lokasi, amukan api sudah meluas ke rimbunnya batang bambu kering. Karakteristik material bambu yang mudah terbakar membuat upaya penjinakan memerlukan penanganan ekstra.

"Petugas harus melakukan penanganan dan penyemprotan intensif hingga lebih dari dua jam," ungkap Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan menyeluruh, api baru dinyatakan benar-benar padam tuntas sekitar pukul 00.10 WIB. Petugas memastikan tidak ada lagi sisa bara yang berpotensi memicu kobaran susulan.

Kerugian Materiil dan Imbauan Waspada Musim Kemarau

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kobaran api pertama kali dilihat oleh warga yang melintas di sekitar kebun bambu. Menyaksikan api kian membesar, saksi langsung menghubungi pusat panggilan (call center) Damkar Nganjuk.

Beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa dalam musibah kebakaran malam hari ini.

"Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 500 ribu. Sementara itu, untuk penyebab pasti munculnya titik api masih dalam penyelidikan," pungkas Imam.

Imam kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama menghindari aktivitas membakar sampah sembarangan di dekat rumpun bambu kering selama puncak musim kemarau.

Editor : Miko
kabar peristiwa nganjuk berita tanjunganom Damkar Nganjuk tanjunganom nganjuk kebakaran nganjuk