Kulkas dan Pompa Air Rusak

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 19:34 WIB
SEMPAT TURUN: Warga Dusun Brebek, Ngepeh menunjukkan avometer di rumahnya. Kulkas dan pompa air dikabarkan rusak. (novanda nirwana/jprk)
SEMPAT TURUN: Warga Dusun Brebek, Ngepeh menunjukkan avometer di rumahnya. Kulkas dan pompa air dikabarkan rusak. (novanda nirwana/jprk)

 

 

Penurunan Voltase di Loceret selama 3 Bulan

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Penurunan voltase listrik diduga warga Dusun Brekbeh, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, selama sekitar tiga bulan terakhir menjadi penyebab kerusakan alat elektronik. Sejumlah alat elektronik milik warga, seperti kulkas dan pompa air dilaporkan mengalami kerusakan.
Salah seorang warga, Imam Nawawi, mengatakan, voltase listrik terakhir kali mengalami penurunan pada Jumat (2/10), hingga menyentuh 181 volt. Setelah dilakukan perbaikan oleh petugas PLN pada Sabtu (3/10), kondisi listrik kembali normal hingga kemarin. “Sabtu (3/10) sudah diperbaiki dan voltase kembali normal sampai Minggu (kemarin)," ujarnya.
Meski kondisi listrik telah kembali normal setelah perbaikan, Imam berharap, penanganan yang dilakukan PLN bisa menjadi solusi permanen. Dia ingin voltase listrik tidak kembali turun sehingga warga tak lagi khawatir peralatan elektronik di rumahnya mengalami kerusakan.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, telah dua kali melayangkan surat kepada PLN, masing-masing pada Juli dan September 2026. 
Keluhan tersebut ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung oleh petugas PLN ke lokasi.
Manajer PLN ULP Nganjuk Risal Yudha Wicaksono  mengatakan, laporan kerusakan peralatan elektronik warga harus melalui pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya. Karena kerusakan perangkat elektronik dapat dipengaruhi berbagai faktor dan tidak serta-merta berkaitan langsung dengan kondisi pasokan listrik. “Setiap laporan tentu perlu dilakukan pengecekan dan verifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab kerusakan,” ujarnya.
Meski demikian, Yudha memastikan, laporan tersebut menjadi perhatian PLN dan akan ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi untuk menjaga kualitas pelayanan ke depannya.
Sebelumnya, PLN juga menyampaikan rencana penggantian dan penambahan material kabel jaringan tegangan rendah (JTR) di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat jaringan sekaligus membagi beban listrik agar penyaluran daya lebih optimal.
Warga berharap perbaikan jaringan tersebut dapat menyelesaikan persoalan penurunan voltase yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, sehingga pasokan listrik kembali stabil dan aman bagi peralatan elektronik rumah tangga. (nov/tyo)

Editor : Novanda Nirwana
voltase listrik penurunan kerusakan penyebab alat elektronik