Voltase Turun Mulai Merembet ke Aditoya

Novanda Nirwana • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:06 WIB
RESAH: Warga Dusun Aditoyo, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace mengecek meteran PLN. Voltase di dusun tersebut sering turun. (novanda nirwana/jprk)
RESAH: Warga Dusun Aditoyo, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace mengecek meteran PLN. Voltase di dusun tersebut sering turun. (novanda nirwana/jprk)

 

 

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Keluhan terkait penurunan tegangan listrik tidak hanya terjadi di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret. Kondisi serupa juga dirasakan warga Dusun Aditoya, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace. Voltase listrik disebut turun hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari.
Wawuk Kristian Wijaya, warga setempat mengatakan, penurunan voltase biasanya terjadi setiap sore. Kondisi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Saat tegangan turun, kondisi lampu di rumah terlihat lebih redup. “Setiap sore biasanya turunnya sampai jam 19.00 WIB. Jadi, lampu itu kelihatan lebih redup,” ujarnya.
Wijaya menyebut, dalam kondisi normal tegangan listrik berada di kisaran 220 volt. Namun, ketika terjadi penurunan, tegangan yang  bisa berada di angka sekitar 164 volt.
Penurunan tegangan tersebut tidak hanya dirasakan beberapa rumah. Namun, hampir seluruh wilayah desa disebut mengalami kondisi serupa. Dia memperkirakan terdapat sekitar 100 rumah yang terdampak penurunan voltase tersebut. “Satu desa ini turun semua voltasenya, ada mungkin 100 rumah,” ungkapnya.
Penurunan voltase juga disebut berkaitan dengan aktivitas pompa air untuk kebutuhan persawahan. Setiap pompa air sawah dinyalakan, daya listrik di rumah warga ikut dirasakan menurun.
Wijaya mengatakan, dampak paling mudah terlihat adalah kondisi lampu yang menjadi lebih redup atau berkedip.  “Efeknya banyak kalau tegangan listrik berkurang. Yang paling nampak itu lampu mbleret,” jelasnya.
Warga sebelumnya juga telah menyampaikan keluhan kepada PLN. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut di lapangan yang dirasakan warga. “Sudah ada warga yang telepon PLN, tetapi belum ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Nganjuk Risal Yudha Wicaksono mengatakan, penanganan untuk wilayah Dusun Aditoya sebenarnya telah dilakukan pada Agustus lalu. Penanganan tersebut berupa peningkatan kapasitas trafo dan penambahan jaringan kabel. “Untuk Dusun Aditoya bulan Agustus sudah kami tindak lanjuti, up rating trafo dan penambahan kabel sudah kami lakukan,” ujarnya. (nov/tyo)

Editor : Novanda Nirwana
Dusun Aditoya Desa Jatigreges penurunan voltase pln Kecamatan Pace