NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Keluhan warga Desa Brekbah, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret terkait voltase turun akhirnya menemui titik terang. Gangguan yang dirasakan warga selama sekitar tiga bulan terakhir itu disebabkan kabel jaringan tegangan rendah (JTR) bermasalah. “Kabel JTR di Desa Ngepeh tidak maksimal dan butuh penggantian serta penambahan material,” ujar Manajer PLN ULP Nganjuk Risal Yudha Wicaksono kemarin.
Sebenarnya, persoalan itu sudah diketahui tiga bulan lalu. Karena saat warga mengeluh dan melapor ke PLN, petugas segera mendatangi. Kemudian, mengecek dan mencari penyebab voltase turun. Sayang, material belum ada. Sehingga, PLN Nganjuk harus mengusulkan ke manajemen untuk pengadaan kabel JTR tambahan dan material lainnya. “Tiga hari lalu kabel JTR dan material yang dibutuhkan sudah datang. Secepatnya akan kami pasang,” ujar Yudha.
Yudha menjelaskan, jika kabel JTR tambahan dipasang maka kabel JTR lama dapat bekerja lebih maksimal sesuai kemampuan hantar arus (KHA). Penambahan jaringan tersebut diharapkan dapat memecah beban listrik di lokasi. Sehingga, terjadi lagi penurunan voltase di Desa Ngepeh.
Terkait dugaan warga penurunan voltase yang berkaitan dengan penggunaan listrik untuk pengairan sawah, Yudha tidak menyebut penggunaan tersebut sebagai kendala pelayanan. Menurutnya, PLN tetap berkewajiban memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan sehingga mereka puas dan tidak dirugikan.
Terpisah, Imam Nawati, warga Desa Brekbeh, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret berharap, penurunan voltase harus segera diatasi PLN Nganjuk. Sehingga, warga tidak dirugikan dengan adanya penurunan voltase yang tiba-tiba. “Kami sudah kirim surat dua kali. Yaitu, pada Juli dan September 2026. Jadi harusnya segera ditindaklanjuti,” tandasnya.
Dalam surat tersebut, Imam mengatakan, voltase yang seharusnya berada di kisaran 220 volt disebut dapat turun hingga sekitar 160 volt. Sedikitnya 17 rumah disebut terdampak kondisi tersebut.
Menurut Imam, penurunan voltase tidak terjadi pada waktu yang pasti. Namun, kondisi tersebut kerap dirasakan ketika pompa listrik untuk pengairan sawah mulai dinyalakan. “Kami khawatir peralatan elektronik akan rusak jika voltase turun mendadak terus,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Novanda Nirwana