NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Keluhan warga Dusun Aditoya, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, terkait voltase listrik selama tiga bulan terakhir. Kondisi listrik di wilayah tersebut kini berangsur normal. Sebagian besar rumah sudah mendapatkan tegangan di kisaran 190 hingga 234 volt.
Sebelumnya, warga mengeluhkan tegangan listrik yang turun hingga sekitar 164 volt. Kondisi tersebut terutama terjadi pada sore hingga malam hari. Dampaknya, lampu di rumah warga terlihat lebih redup. Penurunan daya juga dirasakan ketika pompa untuk pengairan sawah mulai dinyalakan.
Salah satu warga, Wawuk Kristian Wijaya, mengatakan kondisi listrik di sebagian besar rumah saat ini sudah jauh lebih baik. Berdasarkan pemantauan yang dilakukannya, tegangan sudah berada di kisaran 190–234 volt. “Sudah ada (yang normal), di kisaran 190 volt-234 volt,” ujarnya.
Meski demikian, belum seluruh rumah dipastikan terbebas dari persoalan penurunan tegangan. Wijaya memperkirakan masih terdapat dua hingga tiga rumah yang mengalami voltase drop. Dia pun masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi listrik benar-benar stabil. “Sepertinya tinggal dua atau tiga rumah. Sambil saya memantau,” katanya.
Di sisi lain, persoalan belum sepenuhnya tuntas untuk kebutuhan pengairan sawah. Tegangan listrik yang digunakan untuk mengoperasikan pompa masih mengalami fluktuasi. Kondisi tersebut membuat pengairan belum bisa dikatakan kembali normal sepenuhnya. “Untuk pengairan sawah masih belum stabil. Daya listrik PLN masih naik turun. Kemarin siang pas mengecek di 186, tadi di 210,” jelas Kristian.
Sebelumnya, warga Dusun Aditoya mengeluhkan voltase listrik yang turun hampir setiap hari. Penurunan biasanya terjadi pada sore hingga sekitar pukul 19.00. Dalam kondisi normal, tegangan disebut berada di angka 220 volt. Namun, saat terjadi gangguan, warga sempat mengukur tegangan hanya sekitar 164 volt. Kondisi tersebut dirasakan bukan hanya oleh satu atau dua rumah. Warga menyebut penurunan voltase terjadi di sebagian besar wilayah desa. Diperkirakan sekitar 100 rumah terdampak.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Nganjuk Risal Yudha Wicaksono mengatakan, dari hasil pengecekan PLN menemukan adanya gangguan pada saluran pelanggan. “Untuk perbaikannya di saluran pelanggan tersebut adanya lost contact, hanya perbaikan konektor saja,” ujar Yudha.
Setelah perbaikan tersebut, kondisi tegangan di sebagian besar rumah mulai kembali normal. Sehingga, warga sudah mulai tenang. (nov/tyo)