NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Jumlah pencari kerja di Kabupaten Nganjuk melonjak tajam. Sepanjang September 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk mencatat 1.893 pencari kerja baru. Angka tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan Agustus yang hanya 638 orang.
Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani membenarkan adanya lonjakan tersebut. Menurutnya, peningkatan jumlah pencari kerja pada September cukup mencolok dibandingkan bulan sebelumnya.
“Total pencari kerja di Agustus mencapai 638. Sedangkan di bulan September mencapai 1.893. Ada peningkatan hingga tiga kali lipat,” ujarnya.
Perempuan Mendominasi Pencari Kerja di Nganjuk
Dari 1.893 pencari kerja yang tercatat pada September, sebagian besar merupakan perempuan. Jumlahnya mencapai 1.055 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 838 orang.
Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan Agustus. Saat itu, pencari kerja laki-laki jauh lebih banyak, yakni 612 orang. Sementara perempuan hanya 26 orang.
Dengan tambahan pencari kerja pada September, total warga yang tercatat mencari pekerjaan sepanjang 2026 mencapai 11.902 orang.
Dari jumlah tersebut, perempuan masih mendominasi dengan 7.253 orang. Adapun pencari kerja laki-laki tercatat sebanyak 4.649 orang.
Banyak Pabrik Membutuhkan Tenaga Terampil Menjahit
Itsna menjelaskan, dominasi perempuan dalam data pencari kerja bukan berarti laki-laki di Nganjuk enggan bekerja.
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja di sejumlah pabrik yang beroperasi di Nganjuk.
Banyak perusahaan membutuhkan pekerja perempuan, terutama untuk mengisi posisi yang berkaitan dengan keterampilan menjahit.
“Pabrik-pabrik di Nganjuk sangat membutuhkan orang yang ahli menjahit,” tandasnya.
Kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut, lanjut Itsna, menjadi salah satu alasan jumlah pencari kerja perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Disnaker Nganjuk Tetap Layani Pengurusan Kartu Kuning
Di tengah tingginya jumlah pencari kerja, Disnaker Nganjuk terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
Salah satu layanan yang disediakan adalah pengurusan kartu AK1 atau yang lebih dikenal sebagai kartu kuning.
Bagi warga yang membutuhkan dokumen tersebut, pengurusan dapat dilakukan langsung di Kantor Disnaker Kabupaten Nganjuk maupun Mal Pelayanan Publik (MPP).
Layanan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan. (wib/tyo)
Editor : Miko