NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Taman Nyawiji mulai dikeluhkan warga. Selain tidur di bangku taman, sejumlah gepeng dilaporkan kerap buang air kecil (BAK) sembarangan di kawasan tersebut.
Keluhan itu sampai ke telinga Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro. Pria yang akrab disapa Mas Handy tersebut langsung meminta Satpol PP Nganjuk turun tangan.
“Ada laporan dari warga yang mengaku resah dengan gepeng di Taman Nyawiji,” ujarnya.
Menurut Handy, warga merasa terganggu karena beberapa gepeng kerap buang air kecil di sisi timur taman. Mereka juga sering menggunakan bangku taman untuk tidur. Bahkan, ada yang memilih bermalam di sana.
Dua Gepeng Diamankan, Diserahkan ke Rumah Singgah
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Satpol PP Nganjuk. Pada Rabu (7/10), petugas mengamankan dua gepeng yang diduga kerap buang air kecil sembarangan dan tidur di bangku Taman Nyawiji.
Kepala Bidang Operasional dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Nganjuk Devid Nur Rachman mengatakan, kedua orang tersebut telah diserahkan ke Rumah Singgah Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nganjuk.
“Kami langsung tindak lanjuti laporan tersebut,” ujarnya.
Selain mengamankan dua gepeng, petugas memasang dua papan imbauan larangan buang air kecil sembarangan. Keduanya ditempatkan di sisi timur Taman Nyawiji, lokasi yang selama ini dikeluhkan warga.
Devid menegaskan, Satpol PP tidak akan membiarkan aktivitas yang mengganggu kenyamanan pengunjung taman.
“Kami akan memberikan tindakan tegas kepada orang-orang yang mengganggu ketertiban umum,” tambahnya.
Pemkab Nganjuk Ingin Taman Nyawiji Tetap Nyaman
Wabup Handy menegaskan, penertiban tersebut bukan semata-mata untuk mengusir gepeng dari kawasan taman. Pemkab Nganjuk juga ingin mereka mendapatkan pembinaan.
Di sisi lain, kenyamanan pengunjung menjadi perhatian pemerintah daerah. Terlebih, Taman Nyawiji merupakan salah satu ruang publik yang berada di kawasan pusat Kota Nganjuk.
Keberadaan gepeng yang tidur di bangku taman hingga buang air kecil sembarangan dikhawatirkan membuat pengunjung enggan datang.
Kondisi tersebut juga dinilai bisa mengganggu upaya Pemkab Nganjuk menghidupkan Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) di sepanjang Jalan Ahmad Yani.
Handy berharap Taman Nyawiji tetap menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk bersantai dan menikmati suasana kota.
“Kami ingin Taman Nyawiji semakin cantik. Di satu sisi kami juga ingin membina gepeng-gepeng yang ada di taman,” tambahnya.
Pemkab Nganjuk pun berharap penertiban dan pembinaan dapat berjalan beriringan. Dengan begitu, kenyamanan taman tetap terjaga tanpa mengabaikan penanganan sosial terhadap para gepeng. (wib/tyo)
Editor : Miko