NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Musim kemarau tahun ini membuat petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Nganjuk harus bekerja ekstra. Sejak awal musim kemarau hingga Jumat (16/10), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk telah menangani sekitar 285 kejadian kebakaran.
Jumlah tersebut menjadi perhatian karena kebakaran tidak hanya terjadi pada lahan terbuka. Sejumlah rumah, gudang, dan kandang ternak juga terdampak.
Sekretaris Damkarmat Kabupaten Nganjuk Ardiansyah Winardi mengatakan, dari ratusan kejadian tersebut, rumpun bambu dan kandang ternak menjadi objek yang paling banyak terbakar.
“Obyek yang terbakar didominasi kandang ternak dan rumpun bambu,” ujar Ardiansyah sebagaimana dikutip detikJatim, Jumat (16/10).
Meski kejadian kebakaran cukup banyak, Damkarmat memastikan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Rumpun Bambu dan Kandang Ternak Rawan Terbakar
Ardiansyah menjelaskan, kondisi lingkungan selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kebakaran.
Cuaca panas membuat sejumlah material lebih mudah mengering. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika disertai angin yang cukup kencang.
Rumpun bambu menjadi salah satu objek yang rentan terbakar karena banyak bagian tanaman dan daun kering yang mudah tersulut api.
Begitu pula kandang ternak, terutama yang berada di dekat lahan kosong atau material mudah terbakar.
Ketika api sudah menyala, tiupan angin dapat mempercepat perambatannya ke area sekitar.
Selain rumpun bambu dan kandang, Damkarmat juga mencatat kebakaran yang mengenai rumah serta gudang milik warga.
Namun, belum ada perincian jumlah kejadian untuk masing-masing jenis objek yang terbakar.
Damkarmat Ingatkan Bahaya Membakar Sampah
Tingginya jumlah kebakaran membuat Damkarmat Nganjuk kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati melakukan aktivitas yang menggunakan api.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membakar sampah, terutama ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang.
Aktivitas tersebut berisiko memicu kebakaran apabila api tidak diawasi atau bara dibiarkan menyala.
Dalam sosialisasi pencegahan kebakaran yang disampaikan melalui Radio Suara Anjuk Ladang pada Juni lalu, Damkarmat juga menyoroti pembakaran sampah sembarangan sebagai salah satu penyebab kebakaran yang sering ditemukan di Nganjuk.
Selain pembakaran sampah, faktor lain yang perlu diwaspadai adalah gangguan instalasi listrik, penggunaan api untuk penghangat ternak, puntung rokok, hingga kebocoran gas.
Karena itu, warga diminta tidak meninggalkan pembakaran sampah begitu saja. Api dan bara harus dipastikan benar-benar padam agar tidak menjalar ke bangunan maupun tanaman kering di sekitarnya.
Tidak Ada Korban Jiwa dalam 285 Kejadian
Di tengah banyaknya kebakaran selama musim kemarau, Ardiansyah memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang tercatat hingga 16 Oktober 2026.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
Damkarmat Nganjuk memiliki lima pos pelayanan yang tersebar di sejumlah wilayah untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Kelima pos tersebut berada di Mako Damkarmat Nganjuk, Jalan Dermojoyo, serta Pos Rejoso, Lengkong, Tanjunganom, dan Pace.
Masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran dapat segera menghubungi layanan darurat 112 atau nomor Damkarmat Nganjuk di 0823-3746-0365.
Pelaporan sedini mungkin diperlukan agar petugas dapat segera menuju lokasi sebelum api menjalar lebih luas.
Damkarmat berharap warga tidak menunggu kobaran api membesar untuk meminta bantuan. Terlebih, selama musim kemarau, kebakaran dapat menyebar lebih cepat akibat material kering dan tiupan angin.
Editor : Miko