ADA-ada saja kelakuan Boscu asal Kecamatan Rejoso ini. Dia bikin repot regu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. Alasannya pun sepele. Yaitu, Boscu terkunci di dalam kamar mandi.
Kejadian itu terjadi beberapa hari lalu. Malam itu, sekitar pukul 19.00 WIB, Boscu sakit perut. Dia ingin buang air besar (BAB). Seperti biasanya, Boscu menuju ke kamar mandi.
Awalnya Boscu sedikit khawatir. Karena memang kunci kamar mandi tersebut rusak. Sering mengunci sendiri. Tapi, karena sudah kebelet, Boscu tidak mau ambil pusing.
Kegiatan BAB berjalan lancar. Selang 15 menit, Boscu ingin keluar kamar mandi. Namun saat hendak keluar, gagang pintu kamar mandi macet. Pikir Boscu mungkin hanya kerusakan ringan. Dengan diotak-atik sedikit saja pasti sudah beres.
Namun ternyata cara Boscu tidak berhasil. Gagang pintu tidak bisa bergerak. Akibatnya, Boscu terjebak di dalam kamar mandi. Waktu pun terus berjalan. Setidaknya Boscu sudah ada di kamar mandi selama 30 menit lebih. Boscu akhirnya panik. Dia meminta tolong dengan cara berteriak. Namun teriakan itu tidak ada yang menjawab.
“Saat itu tidak ada orang di dalam rumah,” ujarnya.
Boscu tentu tidak kehilangan akal. Beruntungya, saat ke kamar mandi, Boscu membawa handphone. Dia langsung menghubungi saudaranya. Namun karena saudaranya repot, Boscu diarahkan untuk melapor ke petugas damkarmat.
Beruntungnya panggilan itu langsung diterima oleh petugas. Boscu lalu menceritakan kronologi sampai dia bisa terkunci di dalam kamar mandi. Selang beberapa menit kemudian, petugas tiba.
Petugas datang dengan peralatan lengkap. Salah satunya adalah alat untuk membuka pintu yang terkunci. Setelah diotak-atik, pintu terbuka. Boscu akhirnya bisa menghirup udara bebas setelah terjebak nyaris satu jam di dalam kamar mandi.
Dengan perasaan malu Boscu keluar. Tentu dengan badan yang berkeringat dan wajah yang pucat karena panik. “Untungnya kok ke kamar mandi bawa HP. Jadi, bisa selamat,” tambahnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira