JP Radar Nganjuk - BOSCU asal Kecamatan Kertosono ini memiliki hati yang baik. Saat melihat ada kegiatan sabung ayam, Boscu mencoba menegur serta melarang kegiatan itu.
Namun bukannya berhenti, para pelaku sabung ayam itu malah mengeroyok Boscu dengan brutal. Bogem mentah pun mendarat di wajah Boscu.
Kejadian itu terjadi satu minggu yang lalu. Seperti hari biasanya, Boscu berjualan ayam di salah satu pasar di Kecamatan Kertosono.
Menjelang siang hari, ada kegiatan yang membuat Boscu risih. Yaitu, judi sabung ayam.
Kenapa Boscu risih? “Saya tidak tega melihat ayam diadu. Itu menyiksa ayam,” ujar pria yang sudah berjualan ayam selama belasan tahun itu.
Boscu lalu mendekat. Melihat langsung kegiatan yang membuatnya risih itu. Ternyata benar, sabung ayam.
Ada beberapa orang yang sedang sabung ayam. Tujuannya sangat sepela. Hanya untuk bersenang-senang.
Karena tak tega, Boscu lalu menegur. Katanya, kegiatan sabung ayam itu menyiksa si ayam.
Terlebih kegiatan itu bisa dijadikan ajang untuk berjudi. Bahkan jika apes, kegiatan tersebut dapat digerebek oleh polisi.
Setelah memberi nasihat, gantian pelaku sabung ayam yang kini risih. Mereka risih dengan sikap Boscu yang dianggap sok baik.
Adu mulut pun tak terhindarkan. Antara Boscu dan orang-orang tersebut saling beradu pendapat.
Namun tiba-tiba, “Jleeebbb…”, satu pukulan mendarat di wajah Boscu. Pukulan itu datang dari salah satu pelaku sabung ayam yang risih dengan Boscu.
Kini, setelah sabung ayam selesai, kegiatan diganti dengan sabung orang.
Boscu berhadapan dengan salah seorang yang tidak terima dengan sikap Boscu. Namun satu lawan satu tidak cukup seru.
Ada pelaku lain yang juga ikut memukuli Boscu. Kini sabung orang itu berubah menjadi satu lawan dua.
“Saya dipukuli, dicekik, sampai saya terjatuh ke tanah,” imbuh Boscu.
Sesaat setelah Boscu terjatuh, seorang teman melerai. Boscu langsung diamankan. Karena jika tidak, ada kemungkinan Boscu bisa menerima luka yang lebih parah.
Boscu pun tidak terima. Karena mengenal pelaku, Boscu melaporkan kejadian itu ke polisi. Tak butuh waktu lama polisi menangkap kedua pelaku.
Kini kedua pelaku tersebut harus mendekam di jeruji besi. Biyuh-Biyuh. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira