PIKIRAN Boscu sedang kacau. Hanya karena sedang tidak punya uang, Boscu nekat membobol toko bangunan. Beruntung, aksi nekat Boscu ketahuan warga sekitar. Boscu pun nyaris diamuk massa. Biyuh-Biyuh.
Aksi nekat Boscu ini terjadi pada Mei lalu. Kala itu, Boscu yang rumahnya ada di Kecamatan Bagor sedang tidak punya uang. Padahal, beberapa minggu lagi, Boscu harus mengadakan acara keluarga yang membutuhkan uang banyak. Boscu tentu kepikiran. Dia tidak tahu harus mencari uang ke mana. Terlebih, saat itu, Boscu sedang menganggur. Sedangkan di rumah sudah tak ada lagi barang yang bisa dijual.
Baca Juga: Ingin Glowing, Rumah Tetangga Digarong
Satu-satunya harga berharga milik Boscu hanya sebuah sepeda ontel. Sepeda ontel itu pun sudah sangat jelek. Tak mungkin dijual dengan harga yang mahal.
Karena merasa kepepet, Boscu berniat untuk mencuri. Sasarannya toko bangunan yang lokasinya di desa sebelah. Namun sesaat sebelum melakukan pencurian, Boscu sempat bingung. Pikirnya, saat sudah mendapat barang curian, bagaimana caranya dia kabur. Padahal, saat itu, kendaraan yang dimiliki hanya sepeda ontel. “Saya sempat bingung mau naruh barang curian di mana. Akhirnya tetap nekat pakai sepeda ontel,” ujarnya.
Hari H pencurian pun tiba. Boscu yang sudah merencakan aksinya langsung berangkat ke lokasi kejadian pada malam hari. Aksi pembobolan berjalan mulus. Boscu berhasil masuk toko tanpa ketahuan siapapun.
Baca Juga: Terkunci, Damkarmat Jadi Solusi Mbak Sri
Boscu sudah memiliki list barang yang akan dicuri. Mulai dari kabel tembaga, pompa air, hingga barang berharga lainnya. Mungkin karena rakus, Boscu mengambil semua barang tersebut.
Namun masalah akhirnya muncul. Yaitu, Boscu kebingungan membawa seluruh barang itu. Karena sudah terlanjur, mau tak mau, Boscu membawa seluruh barang tersebut.
Ternyata apa yang dilakukan Boscu itu membawa petaka. Bagaimana tidak, sekitar pukul 00.00 WIB, Boscu mengayuh sepeda ontel miliknya dengan membawa gulungan kabel hingga pompa air. Sangat kontras. Otomatis warga sekitar langsung curiga.
Baca Juga: Mbak Sri Panik karena Jari Tersangkut Lubang Kursi
Hingga dia dihentikan oleh seseorang. Ketika ditanya warga, Boscu tak bisa menjawab dengan jelas. Efek ndredeg membuat Boscu tak bisa berbicara secara lancar. “Akhirnya saya dibawa ke kantor polisi karena nyaris diamuk massa,” ungkap Boscu.
Saat ini, Boscu mendekam di balik jeruji besi. Dia harus merasakan pengapnya ruang tahanan. (wib/tyo)
Editor : Miko