Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pakai Ilmu dari Dukun Sakti, Boscu Masuk Bui

Karen Wibi • Senin, 9 Februari 2026 | 14:15 WIB

biyuh-biyuh
biyuh-biyuh

BUKAN sulap, bukan sihir. Boscu berhasil mencuri sepeda motor milik tetangganya. Aksi pencurian di malam hari itu berjalan mulus. Padahal, jarak antara rumah Boscu dan tetangganya itu sangat dekat. Hanya sekitar 100 meter saja.

Lalu bagaimana caranya? “Saya punya guru spiritual,” ujar Boscu. Ya benar, apa yang dikatakan oleh Boscu bukan bualan. Dia benar-benar punya guru spiritual, lebih tepatnya dukun yang dianggap sakti. Namun alih-alih mengajarkan kebaikan, guru spiritual itu malah mengajarkan Boscu untuk menjadi seorang pencuri.

Semuanya itu bermula ketika Boscu sedang butuh uang. Alih-alih menyuruhnya bekerja, si guru spiritual itu justru mengarahkan Boscu untuk menjadi pencuri. Namun bukan pencuri biasa, melainkan pencuri yang mempraktikkan ilmu-ilmu hitam. Salah satunya tak asal-asalan dalam memilih tempat persembunyian.

Tentu Boscu menuruti apa yang dikatakan oleh guru spiritual gadungan itu. Setelah berhasil mencuri sepeda motor, Boscu menyembunyikan sepeda motor itu di tempat khusus. Yakni di belakang rumahnya. Sepeda motor itu disembunyikan di dalam dedaunan dan ranting pohon. Sebelum ditinggal, ada jampi-jampi khusus. Tujuannya agar motor itu tak terlihat orang sekitar.

Apakah manjur? Tentu saja manjur. Namun sepertinya bukan karena sepeda motor yang benar-benar tak terlihat. Melainkan karena lokasinya yang benar-benar tak terlihat orang. Namun Boscu tetap percaya guru spiritualnya itu. Toh, dirinya benar-benar butuh uang.

Singkat cerita, Boscu ingin menjual sepeda motor hasil curian. Caranya? Dijual melalui Facebook. Seperti penjual pada umumnya, Boscu langsung menawarkan sepeda motor itu. Dalam hitungan jam saja ada seorang yang menawar. Setelah dicek, orang yang menawar bukan tetangga yang menjadi korban. Artinya transaksi akan berjalan dengan aman.

Boscu bertemu dengan seorang pria. Proses pengecekan sepeda motor lalu dilakukan. Setelah pria itu mengecek nomor mesin, Boscu langsung ditangkap. Loh kok ditangkap? Ternyata pria itu adalah seorang polisi. Penyamaran itu dikhususkan untuk menangkap Boscu.

Sebelumnya, si korban, sudah melapor ke polisi. Dia mengaku kehilangan sepeda motor di rumahnya. Hingga tak berselang lama si korban menemukan sepeda motornya ditawarkan di grup jual beli. Dia pun melaporkan hal itu ke polisi. Jadi, meski sempat tak ketahuan, modus Boscu akhirnya terungkap. “Jampi-jampi guru saya ternyata tidak berhasil. Saya akhirnya masuk bui,” keluhnya. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#kejadian lucu #nganjuk