BOSCU, pria asal Kecamatan Kertosono benar-benar apes. Dia baru saja menjadi korban pencurian oleh orang yang baru dikenalnya di warung kopi (warkop). Kejadian nahas itu terjadi beberapa minggu lalu. Kala itu, Boscu sedang asyik nongkrong di sebuah warkop. Hingga tiba-tiba dia didatangi oleh seorang pria tak dikenal. “Orang tersebut kelihatan baik. Jadi saya tidak masalah diajak ngobrol,” ujarnya.
Pria tersebut langsung mengajak ngobrol Boscu. Di sela-sela pembicaraan, pria tersebut mengaku berasal dari sekolah yang sama dengan Boscu. Bahkan, pria tersebut mampu menyebutkan satu per satu nama guru di sekolah tersebut.
Karena merasa dekat, Boscu mulai membuka diri. Banyak hal yang diceritakan keduanya. Hingga di akhir pembicaraan, pria tersebut meminjam sepeda motor Honda GL Max milik Boscu.
Boscu tentu langsung mengiyakan. Boscu tak mau curiga. Pikirnya orang tersebut memang seorang kawan dari satu sekolah yang sama.
Namun, niat baik Boscu itu malah menjadi petaka. Karena sepeda motor miliknya itu tak pernah benar-benar kembali. Justru, sepeda motor semata wayang Boscu itu dijual.
Hal itu diketahui oleh Boscu beberapa hari setelahnya. Sepeda motor miliknya terlihat sedang dijual di salah satu grup di Facebook. “Saya cek beberapa grup FB. Akhirnya ketemu motor saya dijual Rp 3,5 juta,” tambahnya.
Boscu lalu mencoba mencari alamat si pelaku. Hingga akhirnya alamat tersebut berhasil ditemukan. Di hari itu juga pria tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian. Sayangnya, sepeda motor milik Boscu sudah terlanjur dijual.
Dalam penuturannya, pria tersebut mulanya tak berniat membawa kabur sepeda motor. Hlawong niat awalnya untuk cari makan saja. Namun niat buruk tiba-tiba saja keluar. Dia nekat menjual sepeda motor milik Boscu. “Saya tidak terima. Langsung dibawa ke kantor polisi saja,” pungkasnya. (wib/tyo)
Editor : Hadi Sujatmikho