Boscu Memakai Cincin, Damkarmat Nganjuk Kerepotan

Karen Wibi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 00:05 WIB
ilustrasi afrizal saiful mahbub/jprk
ilustrasi afrizal saiful mahbub/jprk

 

NGRONGGOT, RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM- Ada-ada saja kelakuan Boscu asal Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot. Hanya karena iseng, Boscu bikin repot tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk.

Cerita unik tersebut terjadi pada Kamis (9/7). Yakni ketika Boscu menemukan sebuah cincin logam di jalan raya. Alih-alih mengabaikan cincin yang tergeletak di jalan, Boscu malah mengambil cincin tersebut.

Setelah dicek, ternyata cincin tersebut cocok dipakai oleh dirinya. Alhasil, alih-alih membuang cincin itu, Boscu malah memakai cincin tersebut di jari tengah miliknya. 

“Cincinnya bagus. Ya saya pakai saja,” ujarnya.

Namun ternyata hal itu malah menjadi petaka. Karena setelah dipasang, cincin tersebut tak bisa dilepaskan. Cincin berwana perak itu malah tersangkut di jari milik Boscu.

Awalnya Boscu tak panik. Pikirnya cincin tersebut akan dilepas menggunakan sabun. Namun ternyata, sesampainya di rumah, Boscu masih tetap tidak bisa melepaskan cincin tersebut. Malahan, jari milik Boscu menjadi biru. Baru setelah itu remaja yang masih duduk di bangku SMP tersebut panik.

“Saya takut, akhirnya saya minta tolong ibu,” tambahnya.

Namun bukan kalimat lembut yang diterima oleh Boscu. Melainkan kata-kata penuh emosi. “Kok bisa kepikiran pakai cincin dari jalan?” tanya sang ibu. Mendapat pertanyaan itu, Boscu tentu malah ngeles. Dirinya berujar jika cincin tersebut membuatnya lebih keren.

Sang ibu lalu mencoba melepaskan cincin tersebut. Namun hasilnya nihil. Malahan jari milik Boscu kian membiru. Karena takut terjadi apa-apa, sang ibu langsung membawa Boscu ke Pos Damkarmat Nganjuk.

Petugas yang sudah biasa menangani kasus tersebut langsung melakukan evakuasi. Hasilnya, kurang dari 30 menit, jari milik Boscu berhasil diselamatkan. Warna biru di jari tengahnya mulai memudar.

“Untungnya jari saja masih bisa diselamatkan. Jika tidak, mungkin sudah diamputasi,” pungkasnya. 

Editor : rekian
tanjungkalang damkarmat nganjuk boscu ngronggot biyuh-biyuh