Berita Seputar Nganjuk Hukum & Kriminal Politik & Pemerintahan Peristiwa Olahraga Opini Seni & Budaya Wisata & Kuliner Gaya Hidup Khazanah Kesehatan

Mempunyai Jurus yang Unik, Ini Sejarah Berdirinya IKSPI Kera Sakti di Nganjuk

Elna Malika • Rabu, 16 April 2025 - 01:00 WIB
Sejarah Berdirinya IKSPI Kera Sakti di Nganjuk
Sejarah Berdirinya IKSPI Kera Sakti di Nganjuk

JP Radar Nganjuk - Pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia telah melahirkan berbagai perguruan yang memperkaya khazanah bela diri tanah air.

Salah satunya adalah Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, yang memiliki jejak perkembangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Perguruan ini dikenal dengan perpaduan unik antara teknik silat, kungfu, dan nilai-nilai kerohanian, yang menjadikannya menonjol di antara aliran bela diri lainnya.

Artikel ini mengulas sejarah berdirinya IKSPI Kera Sakti di Nganjuk, meskipun informasi spesifik tentang awal mula di daerah ini terbatas dan bersifat umum.

IKSPI Kera Sakti secara resmi didirikan oleh Raden Totong Kiemdarto pada 15 Januari 1980 di Kota Madiun, Jawa Timur. Awalnya bernama Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS PI), perguruan ini kemudian mendapat tambahan nama "Kera Sakti" karena jurus-jurusnya yang menyerupai gerakan kera lebih dikenal masyarakat dibandingkan nama aslinya.

Totong Kiemdarto, yang lahir pada 20 Oktober 1953, mengembangkan aliran ini dengan menggabungkan teknik kungfu aliran utara dan selatan yang dipelajarinya dari pendekar Tionghoa, serta ilmu silat dari berbagai perguruan di Madiun.

Ia juga memasukkan nilai kerohanian dari tradisi Banten dan ulama Jawa, menjadikan IKSPI tidak hanya sebagai wadah bela diri, tetapi juga pembinaan akhlak.

Perkembangan IKSPI Kera Sakti di Nganjuk tidak terlepas dari ekspansi perguruan ini ke berbagai wilayah di luar Madiun sejak awal 1980-an. Pada 1983, murid-murid angkatan pertama seperti Sri Hananto Prihadi, Gendut Eko Rahardjo, dan Sugeng Wiyono mulai menyebarkan ajaran IKSPI ke daerah-daerah tetangga, termasuk Magetan dan Ngawi.

Meskipun tidak ada catatan pasti tentang tahun berdirinya cabang Nganjuk, kehadiran IKSPI di wilayah ini kemungkinan besar terjadi sebagai bagian dari gelombang penyebaran tersebut, didorong oleh semangat para pendekar untuk memperkenalkan perguruan ke masyarakat lokal.

Di Nganjuk, IKSPI Kera Sakti tumbuh melalui latihan-latihan di komunitas lokal, sering kali diprakarsai oleh anggota yang telah dilatih di Madiun atau daerah lain.

Kegiatan ini biasanya berpusat di padepokan sederhana atau tempat latihan komunal, dengan fokus pada pengajaran jurus kera, teknik kungfu, dan nilai kekeluargaan yang menjadi ciri khas perguruan.

Anggota IKSPI di Nganjuk juga aktif dalam kegiatan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) setempat, yang menjadi wadah bagi berbagai perguruan untuk berkolaborasi dan menjaga harmoni.

Data pengesahan anggota IKSPI pada 2015 menyebutkan Nganjuk sebagai salah satu daerah dengan peserta pelantikan, menunjukkan bahwa perguruan ini sudah memiliki basis yang cukup kuat di kabupaten ini.

Perkembangan IKSPI di Nganjuk tidak lepas dari tantangan, seperti persaingan antarperguruan silat yang kadang memicu ketegangan.

Namun, melalui pendekatan kekeluargaan dan kerohanian yang ditekankan oleh Totong Kiemdarto, IKSPI mampu membangun reputasi sebagai perguruan yang mengutamakan persaudaraan.

Moto perguruan, “Ke empat penjuru mencari saudara, apabila ada musuh pantang tunduk kepala,” menjadi pedoman bagi anggota di Nganjuk untuk menjalin hubungan harmonis dengan komunitas lain sambil tetap menjaga keberanian dan keteguhan.

Hingga kini, IKSPI Kera Sakti di Nganjuk terus melatih generasi muda dengan lima tingkatan latihan, mulai dari sabuk hitam (tingkat dasar I) hingga sabuk merah strip emas (tingkat III/dewan guru).

Kurikulumnya mencakup senam dasar, jurus kera, teknik pernapasan Chi Kung, dan pembinaan mental-spiritual, yang bertujuan membentuk individu berbudi luhur. Keberadaan perguruan ini di Nganjuk tidak hanya melestarikan seni bela diri, tetapi juga memperkuat nilai-nilai budaya dan sosial di tengah masyarakat.

Meskipun informasi spesifik tentang berdirinya IKSPI Kera Sakti di Nganjuk masih terbatas, jejak perguruan ini di kabupaten tersebut menunjukkan dedikasi untuk menyebarkan ilmu silat dan nilai kekeluargaan.

Dari akarnya di Madiun, IKSPI telah menjangkau Nganjuk sebagai bagian dari misi untuk mencari saudara di segala penjuru. 

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#IKSPI #berita nganjuk hari ini #kera sakti #pencak silat #nganjuk #sejarah