NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Beduk tidak hanya ada di masjid-masjid. Di Klenteng Hok Yoe Kiong, Sukomoro, bedug digunakan pada saat perayaan Tahun Baru Imlek. Seperti peringatan Tahun Baru Imlek 2575, bedug dipakai dua kali. Yakni pada saat melepas atau mengantarkan para dewa ke kayangan. Dan menyambut kedatangan dewa-dewi dari kayangan ke bumi.
Pada saat mengantar dewa dan dewi dari bumi ke kayangan, umat akan menabuh bedug kemudian disusul dengan suara lonceng. Tapi setelah satu minggu di kayangan, para dewa dan dewi akan disambut kembali ke bumi dengan cara membunyikan lonceng kemudian disusul dengan tabuhan bedug.
“Tradisi membunyikan loncengnya lebih awal baru menabuhkan bedug ketika menyambut dewa datang ke bumi,” ungkap Rohaniawan Klenteng Hok Yoe Kiong, Sukomro, Subastian Wusian.
Dia memaparkan, tradisi membunyikan lonceng dan menabuh bedug itu erat kaitannya dengan budaya yang ada di kelenteng. Semuanya simbolis. Karena masing-masing memiliki makna. Memukul bedug terlebih dahulu sebelum lonceng khusus untuk mengantarkan para dewa-dewi dari bumi ke kayangan.
“Jadi bedug itu diibaratkan bumi dan lonceng itu kayangan. Malam ini (Kemarin, Red), itu dibalik, memanggil dewa-dewi dari kayangan itu membunyikan lonceng terlebih dahulu, lalu bedug,” terangnya.
Tradisi ini dilakukan setelah sembahyang yang diadakan pada tengah malam untuk menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini (10/2). Tradisi ini merupakan salah satu bagian penting dalam menyambut tahun baru.
Sebelumnya, pada saat sembahyang pada tanggal 3 dan 4 Februari, bedug dan lonceng menandakan bahwa para dewa-dewi telah meninggalkan roh atau jiwa mereka dari dalam patung. Lalu saat sembahyang menyambut tahun baru pada tanggal 9 Februari malam hingga 10 Februari dini hari, dipercaya bahwa dewa-dewi telah kembali ke dalam patung tersebut.
“Makanya tradisi mengantar dan menjemput itu dilakukan,” ungkap Bastian.
Saat dikonfirmasi pada hari Sabtu (10/2) siang, Bastian mengatakan bahwa perayaan dan sembahyang menyambut tahun baru Imlek 2575 di Klenteng Hok Yoe Kiong hanya dihadiri oleh puluhan orang saja. “Nanti (kemarin malam, Red) akan dimajukan jadi jam 11 malam, Mas,” imbuhnya.
Bastian menjelaskan bahwa umat Tri Dharma Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro kebanyakan adalah lansia. Namun, hal itu tidak mengurangi esensi dari ibadah dan sembahyang menyambut tahun baru Naga Kayu ini.
Tahun Baru Imlek 2575 yang jatuh pada hari Sabtu (10/2) ini menandakan pergantian tahun Kelinci Air ke Naga Kayu. Diharapkan tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk